Regional

Kloter 1 Embarkasi Padang Dinyatakan Layak Terbang, Jemaah Diimbau Rutin Minum Oralit

Advertisement

PADANG – Seluruh jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 01 Embarkasi Padang telah dinyatakan sehat dan memenuhi syarat untuk diberangkatkan ke Tanah Suci. Kepastian ini disampaikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang setelah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang ketat.

Wakil Ketua Pemeriksaan Kesehatan Embarkasi PPIH Padang, Resnita, menjelaskan bahwa pemeriksaan tahap ketiga di embarkasi merupakan tahap finalisasi untuk memastikan jemaah dalam kondisi optimal sebelum melakukan perjalanan ibadah.

Dari total 391 jemaah yang masuk dalam Kloter 01, sebanyak 58 orang merupakan kategori lanjut usia (lansia). Kelompok ini menjadi perhatian khusus.

“Kami memberikan prioritas pemeriksaan bagi lansia. Selain itu, pemberian gelang identitas dan akses Nusuk juga didahulukan bagi mereka sebagai bagian dari pelayanan prioritas,” ujar Resnita kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Meskipun terdapat beberapa jemaah dengan kebutuhan khusus, PPIH masih terus melakukan pendataan final untuk memastikan dukungan pendampingan yang memadai selama perjalanan ibadah mereka.

Pantauan Penyakit dan Riwayat Kesehatan

Berdasarkan hasil pemeriksaan visual dan medis tahap ketiga, tidak ditemukan adanya jemaah yang mengidap penyakit berat yang dapat menghalangi keberangkatan. Keluhan kesehatan yang paling banyak muncul didominasi oleh penyakit degeneratif ringan, seperti hipertensi dan kolesterol.

Jemaah tidak diberikan obat tambahan di embarkasi karena mayoritas telah membawa persediaan obat pribadi untuk penyakit yang sudah diderita sebelumnya. Selain itu, setiap jemaah telah dibekali paket kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan berada di bawah pengawasan Petugas Kesehatan Haji (PKH).

Advertisement

Ketatnya Prosedur Kelayakan Terbang

Proses pemeriksaan kesehatan haji dilakukan secara berlapis. Dimulai dari tahap satu yang disebut istitha’ah kesehatan, hingga tahap tiga di embarkasi yang meliputi pemeriksaan tensi, suhu, nadi, serta peninjauan diagnosis dari tahap kedua.

Resnita menegaskan bahwa pembatalan keberangkatan dapat terjadi jika ditemukan kondisi medis tertentu saat observasi di embarkasi. “Jika ditemukan penyakit menular, keberangkatan bisa dibatalkan. Contohnya, jika ditemukan kasus campak pada tahap kedua saat masuk embarkasi, jemaah harus ditunda keberangkatannya hingga melewati masa inkubasi 14 hari. Namun, mereka akan tetap diusahakan berangkat pada kloter berikutnya di tahun yang sama, bukan tahun depan,” jelasnya.

Imbauan Cuaca Ekstrem: Minum Oralit Per Dua Jam

Menghadapi cuaca panas yang diprediksi terjadi di Tanah Suci, PPIH Padang secara intensif mengingatkan jemaah untuk menjaga hidrasi tubuh.

Jemaah diimbau untuk selalu membawa botol minum dan alat semprot air (spray) guna membantu mendinginkan suhu tubuh secara mandiri. “Kami mengimbau jemaah untuk meminum cairan oralit setidaknya sekali dalam dua jam. Ini sangat krusial untuk mencegah dehidrasi di tengah cuaca panas yang ekstrem,” tegas Resnita.

Setiap jemaah kini telah menerima paket kesehatan dari Kemenkes yang wajib dibawa selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Advertisement