— PURWOREJO, KOMPAS.com – Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, memberikan klarifikasi tegas terkait spekulasi rencana pendirian kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi negeri tersebut sama sekali tidak bertujuan untuk mematikan keberadaan kampus swasta yang sudah ada, melainkan sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan di Purworejo.

Pernyataan ini disampaikan Dion saatforum Sarasehan Pemuda Ansor di kampus STAINU Purworejo, Minggu (26/4/2026), untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat.

“Perlu saya sampaikan dan luruskan, bahwa rencana kehadiran UNY di Purworejo, saya pastikan tidak ada Fakultas yang bersinggungan dengan kampus swasta di Kabupaten Purworejo,” ujar Dion.

Menurut Dion, strategi ini justru berpotensi mendatangkan mahasiswa dari luar daerah. Ia memaparkan bahwa sekitar 76 persen mahasiswa UNY saat ini berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Potensi ini, kata dia, dapat dimanfaatkan Purworejo untuk menarik calon mahasiswa dari luar daerah.

“Artinya, target kita adalah menarik orang dari luar Purworejo untuk datang dan belajar di sini. Ini akan menggerakkan ekonomi lokal, terutama sektor pendukung seperti kos, kuliner, hingga transportasi,” jelasnya.

Dion juga menepis kekhawatiran adanya tumpang tindih program studi dengan kampus lokal, seperti STAINU Purworejo. Ia memastikan bahwa program studi yang direncanakan untuk kampus UNY justru memiliki kekhususan yang belum dimiliki perguruan tinggi lain di Purworejo.

Fokus Fakultas Olahraga hingga Kedokteran

Dion Agasi memaparkan bahwa salah satu fakultas yang menjadi target utama adalah Fakultas Olahraga, mengingat kekuatan UNY di bidang tersebut. Selain itu, muncul pula wacana pendirian Fakultas Perikanan, yang kemudian diarahkan ke Fakultas Kedokteran karena belum tersedianya fasilitas yang memadai.

“Yang kita targetkan salah satunya adalah Fakultas Olahraga, karena itu memang menjadi kekuatan UNY. Selain itu, sempat ada wacana Fakultas Perikanan, namun karena belum tersedia, maka diarahkan ke Fakultas Kedokteran,” urainya.

Realisasi Fakultas Kedokteran, menurut Dion, secara otomatis akan diikuti dengan pembangunan rumah sakit pendidikan. Fasilitas ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah selatan Purworejo, seperti Kecamatan Ngombol.

“Rumah sakit pendidikan itu bukan hanya fasilitas kesehatan, tapi juga pusat aktivitas ekonomi baru. Ini akan berdampak besar bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Komitmen Dukung Kampus Swasta

Wakil Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk mendukung keberlangsungan kampus swasta yang telah beroperasi. Ia menekankan bahwa penguatan sektor pendidikan harus dilakukan secara kolaboratif.

“Tidak ada niat sedikit pun untuk mematikan kampus swasta. Justru kita ingin duduk bersama, membangun sinergi agar semua bisa berkembang,” tegas Dion.

Ia juga mengingatkan Purworejo memiliki jejak sejarah panjang dalam dunia pendidikan, termasuk pernah menjadi lokasi sekolah tinggi bagi guru pribumi pada masa kolonial, yang kini menjadi cikal bakal SMA Negeri 7 Purworejo.

“Sejarah ini harus kita hidupkan kembali. Kita ingin Purworejo menjadi daerah tujuan pendidikan, seperti Yogyakarta yang dikenal luas sebagai kota pelajar,” ujarnya.

Dion Agasi optimistis dengan terbentuknya ekosistem pendidikan yang kuat, Purworejo mampu menarik lebih banyak mahasiswa dari berbagai daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Harapannya, ke depan orang tidak hanya mengenal Yogyakarta sebagai kota pendidikan, tapi juga Purworejo,” pungkasnya.