Akses.co.id — Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan kerumunan warga Iran berkumpul untuk melindungi pembangkit listrik dari serangan Amerika Serikat dan Israel ternyata merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Narasi yang menyertainya diklaim keliru dan perlu diluruskan.
Unggahan video tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur utama Iran jika negara itu tidak membuka kembali Selat Hormuz pada awal April 2026. Ancaman ini memicu penyebaran informasi yang salah mengenai respons warga Iran.
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran terhadap video yang dibagikan melalui beberapa akun Facebook ini, ini, dan ini. Video tersebut memperlihatkan massa yang bergerak di jalanan sambil memegang gawai dengan lampu senter yang menyala.
Narasi yang Beredar
Salah satu akun Facebook menyertakan keterangan yang menggambarkan adegan tersebut sebagai upaya warga Iran untuk membela pusat energi mereka dari ancaman musuh.
“Mendesak. Dalam adegan yang menegangkan, orang-orang Iran keluar ke alun-alun dan ke pembangkit listrik untuk berdiri melawan musuh Amerika dan Israel guna mencegah mereka menargetkan pusat-pusat energi,” tulis salah satu akun.
Penelusuran Mendalam
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran menggunakan Google Lens dengan mengambil tangkapan layar dari video tersebut. Hasil penelusuran mengarahkan pada akun Instagram @elnaz555.
Akun @elnaz555 sendiri memberikan keterangan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa AI, yang terinspirasi dari video lain yang beredar di media sosial. “Saya membuat karya ini menggunakan AI yang terinspirasi oleh sebuah video yang baru-baru ini beredar, yang memperlihatkan kerumunan besar orang berdiri di jalan-jalan gelap Teheran, menyalakan lampu senter ponsel mereka, dan mengubah kegelapan menjadi hamparan sinyal-sinyal manusia,” jelas akun tersebut.
Lebih lanjut, untuk memastikan keaslian video, Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan alat Hive Moderation. Berdasarkan analisis menggunakan alat tersebut, video yang diklaim menampilkan warga Iran melindungi pembangkit listrik dari serangan AS dan Israel terdeteksi dihasilkan oleh AI.
Probabilitas video tersebut dihasilkan oleh kecerdasan buatan mencapai 93,2 persen.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, video yang menampilkan sejumlah warga Iran berkumpul untuk melindungi pembangkit listrik dari serangan Amerika Serikat dan Israel dipastikan merupakan konten hasil rekayasa kecerdasan buatan. Verifikasi menggunakan Hive Moderation menunjukkan video tersebut adalah AI generatif dengan tingkat probabilitas 93,2 persen.
Ikuti Akses.co.id
