Cek fakta

[KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Tsunami di Jepang pada 20 April 2026

Advertisement

Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menampilkan tsunami menerjang Jepang pada 20 April 2026. Narasi ini muncul menyusul peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah timur laut Jepang pada tanggal yang sama. Namun, penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar.

Video yang beredar, yang menunjukkan sejumlah mobil terseret arus deras, ternyata telah diunggah sejak tahun 2011. Salah satu akun media sosial yang membagikan video tersebut menyertakan keterangan yang mengaitkannya dengan gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter yang mengguncang pantai timur laut Jepang dan peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat pada 20 April 2026.

Penelusuran Fakta

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran terhadap video tersebut menggunakan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) melalui Yandex. Hasil penelusuran mengindikasikan bahwa video identik telah diunggah di kanal YouTube sejak tahun 2011.

Keterangan yang menyertai unggahan video di YouTube tersebut menyatakan bahwa rekaman itu diambil saat tsunami melanda Jepang pada tahun 2011. Lokasi pengambilan video diidentifikasi berada di Kota Ishinomaki, Prefektur Miyagi, di mana gelombang tsunami dilaporkan menyeret sejumlah mobil yang terparkir di jalan.

Advertisement

Konteks Gempa 20 April 2026

Terkait dengan gempa yang terjadi pada 20 April 2026, BBC melaporkan bahwa gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut sempat memunculkan peringatan tsunami setinggi 3 meter (10 kaki) untuk wilayah timur laut Jepang. Akibatnya, ribuan warga diimbau untuk segera meninggalkan daerah pesisir dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Badan meteorologi Jepang mencatat ketinggian gelombang tsunami terbesar yang mencapai wilayah pesisir adalah 80 sentimeter. Peringatan tsunami tersebut kemudian dicabut beberapa jam setelah gempa mereda. Meskipun demikian, badan meteorologi Jepang juga mengeluarkan peringatan bahwa potensi terjadinya gempa bumi susulan dengan guncangan yang lebih kuat masih mungkin terjadi dalam kurun waktu satu pekan ke depan.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, video yang diklaim menampilkan tsunami di Jepang pada 20 April 2026 adalah informasi yang keliru. Faktanya, video tersebut merupakan rekaman kejadian tsunami yang melanda Jepang pada tahun 2011 dan diambil di Prefektur Miyagi.

Advertisement