Akses.co.id — Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim menampilkan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kekesalan terhadap tindakan arogan aparat negara terhadap masyarakat kecil. Narasi yang menyertai unggahan tersebut bahkan menyebutkan bahwa Prabowo memerintahkan pemecatan aparat yang bersikap demikian. Namun, penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa video tersebut telah dibagikan dengan konteks yang keliru.
Video yang dipermasalahkan ini beredar luas, salah satunya melalui akun Facebook. Dalam video tersebut, terdengar Prabowo Subianto mengucapkan, “Copot segera, suruh tinggal di rumah saja. Daripada bikin susah kita.” Kalimat ini kemudian diberi keterangan yang menghubungkannya dengan laporan dari Hotman Paris dan Dedi Mulyadi, serta menyatakan bahwa Prabowo kesal dengan tindakan arogan aparat pada rakyat kecil dan langsung memerintahkan pemecatan aparat yang membuat repot negara.
Penelusuran Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran mendalam terhadap video tersebut menggunakan teknik pencarian gambar terbalik melalui Yandex. Hasil penelusuran mengidentifikasi bahwa video yang beredar identik dengan unggahan yang dipublikasikan di kanal YouTube Official iNews pada tanggal 24 Oktober 2024.
Video tersebut sebenarnya merekam momen ketika Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam sidang kabinet paripurna yang diselenggarakan di Kantor Presiden, Jakarta, pada 24 Oktober 2024. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memang meminta para menteri dan kepala badan untuk menindak tegas bawahannya yang tidak menunjukkan kinerja optimal dalam melayani rakyat.
Pernyataan lengkap Prabowo yang terekam dalam video tersebut adalah, “Yang tidak patuh, tidak bekerja keras untuk bangsa dan negara dan rakyat, saudara saya beri wewenang copot segera, suruh tinggal di rumah saja, daripada bikin susah kita.”
Dari penelusuran ini, dapat dipastikan bahwa ucapan Prabowo dalam video tersebut tidak ditujukan untuk mengungkapkan kekesalan terhadap aparat yang arogan. Oleh karena itu, narasi yang beredar di media sosial bahwa video tersebut menampilkan Prabowo kesal dengan tindakan arogan aparat adalah tidak benar dan keliru.
Kesimpulan
Video yang mengklaim menampilkan Presiden Prabowo Subianto kesal dengan tindakan aparat yang arogan terhadap rakyat kecil telah dibagikan dengan konteks yang menyesatkan. Faktanya, rekaman tersebut berasal dari momen Presiden Prabowo memberikan arahan dalam sidang kabinet paripurna pada 24 Oktober 2024, di mana ia meminta menteri dan kepala badan untuk mencopot bawahannya yang tidak bekerja keras demi melayani rakyat.
Ikuti Akses.co.id
