Akses.co.id — NGANJUK, KOMPAS.com – Impian menunaikan ibadah haji selama 31 tahun akhirnya terwujud bagi Rubianto Supeno (60), seorang tukang pandai besi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026 bersama sang istri, Khiriyah Al Ismini (58).
Rubianto menuturkan, niat untuk menunaikan rukun Islam kelima itu telah tertanam sejak lama. Sejak merintis usaha pandai besi pada tahun 1995, ia mulai menyisihkan keuntungan demi mewujudkan cita-cita tersebut.
“Keuntungan hasil penjualan saya tabung untuk berangkat haji. Saya memulai menabung sedari 1995. Di tahun yang sama, saya merintis usaha pandai besi ini,” kata Rubianto, mengutip Tribun Jatim, Sabtu (25/4/2026).
Menabung dari Keuntungan Tipis
Setiap harinya, Rubianto menekuni profesinya sebagai pandai besi, mengubah logam menjadi berbagai peralatan pertanian seperti sabit, pisau, dan sekop. Ia kerap menerima pesanan dalam jumlah borongan, bahkan bisa mencapai ratusan unit dalam sehari.
“Selain sabit, saya juga menjual produk pisau dan sekop. Umumnya, saya mendapat pesanan borongan,” ujarnya.
Dari setiap produk yang terjual, Rubianto mengaku mendapatkan keuntungan sekitar Rp 5.000. Meskipun terbilang kecil, nilai tersebut secara konsisten ia sisihkan untuk tabungan ibadah hajinya.
Perjuangan 31 Tahun Berbuah Manis
Ketekunan Rubianto dalam menyisihkan penghasilan selama lebih dari tiga dekade akhirnya membuahkan hasil. Ia dan sang istri mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada tahun 2012.
Setelah menanti giliran bertahun-tahun, Rubianto dan Khiriyah dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026. Keduanya akan tergabung dalam kloter 114.
“Saya dan istri ditetapkan berangkat haji pada 20 Mei 2026. Saya masuk atau tergabung kloter 114,” pungkasnya.
Rubianto merupakan satu dari ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk yang dijadwalkan berangkat pada tahun 2026. Data menunjukkan, total jemaah haji dari Nganjuk tahun ini berjumlah 732 orang, terdiri dari 336 laki-laki dan 395 perempuan. Komposisi jemaah tersebut didominasi oleh perempuan dari berbagai latar belakang profesi dan usia.
Ikuti Akses.co.id
