Akses.co.id — MADINAH – Senyum sumringah menghiasi wajah Mak Emen (83) saat pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci. Setelah menanti puluhan tahun, impiannya untuk menunaikan panggilan rukun Islam kelima akhirnya terwujud.
Mak Emen, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 2 KJT, tiba di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah, Arab Saudi, pada Kamis (23/4/2026) pukul 15.40 Waktu Arab Saudi.
“Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat,” ujarnya penuh syukur setiba di bandara.
Kisah Perjuangan dari Jual Ikan Asin
Perjalanan Mak Emen menuju Baitullah bukanlah cerita singkat. Sejak tahun 1960, ia telah berprofesi sebagai penjual ikan asin dan beras. Penghasilannya yang tidak menentu setiap bulan tak pernah memadamkan semangatnya untuk menunaikan ibadah haji.
Setiap rupiah yang didapatnya, ia sisihkan sedikit demi sedikit untuk mewujudkan impiannya. “Selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, (hasil jualan) saya tabung sedikit-sedikit untuk naik haji,” ungkap Mak Emen.
Ini bukan kali pertama Mak Emen merasakan atmosfer Tanah Suci. Pada tahun 2018, ia pernah menjalankan ibadah umrah bersama almarhum anaknya. “Anak saya ini sudah meninggal. Habis pulang umrah (saya) langsung daftar haji dan alhamdulillah tahun ini bisa berangkat,” katanya, mengenang.
Doa Tulus untuk Keturunan
Di tanah yang penuh keberkahan ini, Mak Emen memiliki harapan besar. Ia ingin mendoakan anak cucunya agar kelak juga dapat menunaikan ibadah haji.
“Semoga anak cucu saya juga bisa berhaji ke Tanah Suci,” harapnya.
Kedatangan Mak Emen dan jamaah kloter 2 KJT ini merupakan bagian dari gelombang pertama jamaah haji Indonesia yang mulai tiba di Madinah sejak Rabu (22/4/2026). Kloter awal yang tiba adalah jamaah asal Jakarta Pondok Gede (JKG) dengan layanan fast track dan jamaah dari Yogyakarta (YIA).
Selama kurang lebih sembilan hari di Madinah, para jamaah gelombang pertama ini akan mempersiapkan diri sebelum bergeser ke Arafah untuk melaksanakan wukuf pada 26 Mei 2026.
Ikuti Akses.co.id
