Akses.co.id — Fardhan Aruna Syafzani Wibowo, remaja berusia 13 tahun asal Bali, akan menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Ia menjadi calon jemaah haji termuda dari Provinsi Bali dan membawa amanah mulia dari mendiang ayahnya, Candra Hastiwibowo.
Keputusan Fardhan untuk berangkat ke Tanah Suci ini merupakan wujud pengganti porsi haji sang ayah yang telah berpulang. “Qadarullah suami saya meninggal dunia. Sehingga porsi haji almarhum ayahnya digantikan ananda,” ujar ibunda Fardhan, Siska Aprilia Wahyu Endriyanti, Jumat (24/4/2026).
Siska menceritakan bahwa ia dan mendiang suaminya telah mendaftar haji sejak tahun 2013. Namun, takdir berkata lain. Sang suami meninggal dunia pada tahun 2023 setelah berjuang melawan penyakit kanker, sebelum sempat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Kesempatan untuk berangkat haji kemudian terbuka pada November 2025, ketika Siska dihubungi oleh petugas Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali. “Ternyata bisa ke ahli waris, dalam hal ini anak,” jelasnya.
Perubahan Aturan Membuka Jalan
Keberangkatan Fardhan juga dimungkinkan berkat adanya perubahan aturan mengenai usia minimal jemaah haji. Sebelumnya, usia minimal yang dipersyaratkan adalah 17 tahun, namun kini telah diturunkan menjadi 13 tahun.
“Alhamdulillah saat itu usianya sudah memenuhi syarat, jadi kami urus limpahan porsi dan diberi kemudahan,” tambah Siska.
Makna Tanggung Jawab dan Amanah
Bagi Fardhan, perjalanan ibadah haji ini memiliki makna yang sangat mendalam. Ini bukan sekadar menjalankan rukun Islam, melainkan juga bentuk tanggung jawab dan amanah dari sang ayah.
“Almarhum dulu sering bilang ke Fardhan supaya menjaga ibu dan adik-adiknya. Jadi ini seperti bagian dari tanggung jawab itu juga,” tutur Siska.
Meskipun baru berusia 13 tahun, Fardhan telah mempersiapkan diri dengan baik. Ia menjaga kondisi fisiknya dengan berolahraga rutin. “Saya olahraga setiap Sabtu dan Minggu. Minimal jalan kaki selama 30 menit,” ungkap siswa kelas VII SMP itu.
Fardhan tetap menyeimbangkan kewajibannya sebagai pelajar dan telah mendapatkan izin dari pihak sekolah untuk menunaikan ibadah haji.
Fardhan dan ibunya dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci pada tanggal 10 Mei 2026. Mereka akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 71 dari Surabaya.
Menanggapi kesempatan luar biasa ini, Fardhan mengaku merasa terharu. “Terharu,” ucapnya singkat, menggambarkan perasaannya bisa menunaikan ibadah haji di usia muda sekaligus menggantikan posisi sang ayah.
Ikuti Akses.co.id
