— PATI, Kompas.com – Ketekunan Siti Nafiah (58) dalam berjualan tempe selama lebih dari dua dekade membuahkan hasil yang tak terduga. Berbekal niat kuat dan disiplin menabung, ia kini siap menunaikan ibadah haji bersama suaminya, Winoto (65), pada 7 Mei mendatang.

Siti, warga Dukuh Kedung Panjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, telah menekuni profesinya sebagai penjual tempe selama lebih dari 20 tahun. Ia memulai usahanya dengan modal sekitar Rp 500.000 untuk 50 kilogram kedelai, yang cukup untuk produksi selama seminggu. Dalam sehari, Siti mampu memproduksi sekitar 8 kilogram tempe yang kemudian dijual kepada tetangga di sekitar kampungnya. Omzet kotor yang ia kantongi berkisar Rp 150.000 per hari.

Di balik rutinitas dagangannya, tersimpan sebuah keteguhan hati yang luar biasa. Siti Nafiah selalu menyisihkan sebagian dari keuntungannya untuk ditabung. Besaran tabungan harian itu bervariasi, kadang hanya Rp 10.000, namun jika dagangannya sedang laris, bisa mencapai Rp 100.000.

“Kalau ada kebutuhan lain ya tidak bisa nabung, tapi tetap diusahakan sedikit-sedikit,” ujar Siti kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya, sembari menjelaskan bahwa disiplin menabung inilah yang menjadi kunci untuk mewujudkan impiannya.

Perjalanan menabung Siti tidak selalu mulus. Ada kalanya, kebutuhan mendesak seperti acara sosial atau kondisi ekonomi yang kurang stabil memaksanya untuk menghentikan sementara tabungannya. Namun, ibu dari tiga anak ini tidak pernah menyerah pada mimpinya.

Perjalanan Menuju Tanah Suci

Pada tahun 2012, Siti Nafiah memberanikan diri untuk mendaftar haji. Ia sadar betul bahwa perjalanan ini akan memakan waktu yang cukup panjang, sebuah penantian yang akhirnya harus ia jalani selama 14 tahun.

Kini, penantian itu telah berakhir. Siti Nafiah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 7 Mei 2026. Perasaan haru dan syukur tak terbendung melihat impiannya terwujud berkat hasil dari usaha tempenya.

“Senang sekali, tidak menyangka bisa berangkat dari jualan tempe,” ucapnya dengan mata berbinar. Siti Nafiah dan suaminya akan bertolak menuju Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Usaha tempe yang ia geluti tidak hanya mengantarkannya ke mekah. Dari hasil jerih payahnya, Siti juga berhasil membesarkan dan menyekolahkan ketiga anaknya hingga jenjang perguruan tinggi. Kini, anak-anaknya telah beranjak dewasa, bekerja, dan mandiri.