Global

Kenapa Utusan Trump Minta FIFA Gantikan Iran dengan Italia di Piala Dunia 2026?

Advertisement

Seorang utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Paolo Zampolli, dilaporkan telah meminta Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) untuk menggantikan Iran dengan Italia dalam daftar peserta Piala Dunia 2026. Turnamen akbar sepak bola ini rencananya akan diselenggarakan di tiga negara Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Keputusan ini muncul di tengah ketegangan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat, yang diperparah oleh konflik di Timur Tengah. Iran sendiri sejatinya telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026. Jadwal awal turnamen, yang dimulai pada 11 Juni 2026, menempatkan Iran untuk melakoni laga perdananya melawan Selandia Baru di Los Angeles empat hari berselang.

Sementara itu, Italia justru menghadapi kenyataan pahit. Timnas Italia secara berturut-turut gagal menembus fase kualifikasi Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir, membuat mereka absen cukup lama dari turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.

Utusan Trump Klaim Keturunan Italia

Permintaan Zampolli kepada FIFA ini disebut-sebut sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan antara Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Keduanya dikabarkan sempat berselisih setelah Trump melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV terkait isu perang di Timur Tengah.

Zampolli, yang mengaku sebagai keturunan Italia, menyatakan bahwa alasan pribadinya turut mendorong permintaan tersebut. “Saya menegaskan bahwa saya telah mengusulkan kepada Trump dan (Presiden FIFA Gianni) Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” ujar Zampolli, dikutip dari TheGuardian, Kamis (23/4/2026).

“Sebagai orang Italia asli, melihat Azzurri berlaga di turnamen yang diselenggarakan di AS akan menjadi impian bagi saya,” tambahnya. Ia berargumen bahwa status Italia sebagai peraih empat gelar Piala Dunia sudah cukup menjadi alasan kuat untuk kembali berpartisipasi dalam edisi kali ini.

Iran Nyatakan Kesiapan, Italia Terus Berupaya

Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 terjadi pada Maret 2026, menyusul kekalahan dramatis 4-1 melalui adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di final playoff kualifikasi. Ini merupakan kali ketiga berturut-turut timnas Italia harus mengubur mimpinya berlaga di Piala Dunia.

Advertisement

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kesiapan mereka untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Timnas Iran sendiri telah lolos ke empat edisi Piala Dunia secara beruntun, termasuk tahun ini.

Namun, situasi politik yang memanas, termasuk perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah, membuat Iran mengajukan permintaan kepada FIFA. Iran meminta agar tiga pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 yang semula dijadwalkan di Amerika Serikat dipindahkan ke Meksiko.

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan persiapan untuk turnamen tersebut, namun tetap tunduk pada keputusan otoritas yang berwenang. “Kami sedang mempersiapkan dan mengatur segala sesuatunya untuk Piala Dunia, tetapi kami tunduk pada keputusan pihak berwenang,” terang Taj dilansir dari Reuters, Kamis (23/4/2026). “Untuk saat ini, keputusannya adalah agar tim nasional benar-benar siap menghadapi Piala Dunia,” imbuhnya.

FIFA Punya Kewenangan Penuh Jika Iran Mundur

Apabila pemerintah Iran memutuskan untuk menarik diri dari Piala Dunia 2026, keputusan mengenai negara pengganti sepenuhnya berada di tangan FIFA. Berdasarkan Pasal Enam peraturan Piala Dunia, FIFA memiliki hak prerogatif untuk memilih negara mana pun yang dianggap layak mengisi kekosongan tersebut.

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) diperkirakan akan melobi agar pengganti Iran berasal dari benua Asia. Salah satu kandidat yang mungkin muncul adalah Uni Emirat Arab.

Uni Emirat Arab sendiri gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dalam pertandingan play-off kualifikasi melawan Irak pada November 2025. Meskipun demikian, negara-negara Timur Tengah tersebut dinilai belum memiliki tradisi sepak bola yang sebanding dengan Italia. Uni Emirat Arab tercatat hanya pernah tampil sekali di Piala Dunia, yaitu pada tahun 1990, di mana mereka harus menelan kekalahan dalam ketiga pertandingan yang dijalani.

Advertisement