Banyak orang berharap hubungan baru akan membawa pengalaman yang lebih baik dari sebelumnya. Namun, tak sedikit yang justru kembali terjebak dalam pola lama, mengakibatkan kegagalan hubungan yang serupa dengan masa lalu.
Sebuah studi mengungkap bahwa kegagalan dalam hubungan baru sering kali bukan semata-mata disebabkan oleh pasangan, melainkan oleh pola perilaku yang berulang dari diri sendiri. Tanpa disadari, seseorang dapat mengulang kesalahan yang sama, bahkan ketika merasa telah berhasil bangkit dari hubungan sebelumnya.
Mengapa Hubungan Baru Sering Gagal?
Kecenderungan Memilih Tipe Pasangan yang Sama
Salah satu penyebab paling umum kegagalan hubungan baru adalah kecenderungan untuk memilih pasangan dengan karakter yang mirip dengan mantan kekasih. Hal ini terungkap dalam studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences pada tahun 2019.
Penelitian tersebut menemukan bahwa banyak individu secara tidak sadar terus menjalin hubungan dengan tipe kepribadian yang serupa, meskipun mereka merasa memiliki keinginan untuk mencoba sesuatu yang berbeda. “Penelitian kami menunjukkan adanya kecenderungan kuat untuk tetap memilih kepribadian yang serupa,” tutur penulis utama Yoobin Park, seperti disadur dari Best Life.
Akibatnya, masalah yang pernah muncul dalam hubungan lama berpotensi terulang kembali dalam hubungan baru.
Pola Lama Memicu Masalah yang Sama
Ketika seseorang terus-menerus memilih pasangan dengan karakter yang serupa, konflik yang dihadapi pun cenderung sama. Hal ini membuat hubungan baru terasa seperti pengulangan dari masa lalu.
“Jika kamu menemukan masalah yang sama muncul di setiap hubungan, evaluasi bagaimana kecenderungan memilih pasangan dengan sifat tertentu berkontribusi pada pola tersebut,” kata Park. Tanpa refleksi diri, seseorang bisa terjebak dalam siklus hubungan yang tidak sehat, meskipun telah berganti pasangan berkali-kali.
Kesulitan Menerima Hubungan yang Stabil
Faktor lain yang sering tidak disadari adalah kebiasaan emosional. Beberapa orang justru merasa hubungan yang stabil dan tenang terasa membosankan.
Pakar hubungan Kevin DarnĂ© menjelaskan, seseorang yang terbiasa dengan hubungan penuh konflik bisa merasa kehilangan sensasi ketika menjalin hubungan yang lebih sehat. “Tidak adanya drama bisa membuat sebagian orang merasa bosan, sehingga mereka menganggap hubungan tersebut tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.
Padahal, hubungan yang sehat memang cenderung lebih stabil dan tidak dipenuhi gejolak emosi yang ekstrem.
Ketidakmampuan Beradaptasi dengan Pola Hubungan Baru
Masalah lain yang sering muncul adalah kurangnya kesabaran untuk beradaptasi dengan pola hubungan yang berbeda. Ketika seseorang mencoba menjalin hubungan yang lebih sehat, proses penyesuaian ini tidak selalu mudah.
“Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk menyesuaikan diri dengan kondisi baru, termasuk saat mencoba pola hubungan yang lebih sehat,” imbau DarnĂ©. Tanpa kesabaran, seseorang bisa menyerah terlalu cepat dan menganggap hubungan baru tersebut tidak cocok, padahal sebenarnya hanya belum terbiasa.
Hubungan baru yang tidak berjalan baik sering kali bukan semata karena pasangan, melainkan karena pola perilaku yang terus berulang dari diri sendiri. Dengan mengenali pola-pola ini, seseorang dapat mulai melakukan perubahan yang lebih sadar dan membangun hubungan yang lebih sehat di masa depan.






