— JAKARTA, CNN INDONESIA — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan. Praka Rico meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya saat bertugas di bawah bendera UNIFIL.

“Gugurnya Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi duka yang mendalam. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialami dalam penugasan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan RI yang diunggah melalui akun Instagramnya, dikutip dari ANTARA, Jumat (25/4/2026).

Kepergian Praka Rico menambah daftar prajurit TNI yang gugur di Lebanon, menjadikannya prajurit TNI keempat yang kehilangan nyawa dalam tugas di wilayah tersebut.

Praka Rico Pramudia adalah satu dari tiga prajurit TNI yang terluka dalam insiden penyerangan di Lebanon pada Minggu, 23 April 2026. Sebelumnya, Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah mengonfirmasi insiden tersebut. “Praka Rico Pramudia mengalami luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” ujar Aulia saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin (20/4).

Kronologi Serangan

Aulia menjelaskan bahwa ketiga prajurit tersebut mengalami luka setelah pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, terkena serangan artileri pada Minggu, 29 Maret 2026.

Dalam peristiwa yang sama, Praka Farizal Romadhon, yang juga berada di lokasi kejadian, dinyatakan gugur akibat terkena serangan langsung.

Praka Rico Pramudia yang menderita luka berat segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St George di Beirut untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, setelah menjalani perawatan selama beberapa pekan, nyawanya tidak tertolong.

Duka Cita dari UNIFIL

Menanggapi insiden tersebut, UNIFIL turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka Rico Pramudia. Melalui pernyataan resmi di platform X, misi pemeliharaan perdamaian PBB itu mengungkapkan keprihatinan.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” demikian bunyi pernyataan UNIFIL di platform X, Jumat (24/4/2026), seperti dikutip dari ANTARA.

Lebih lanjut, UNIFIL menginformasikan bahwa Praka Rico meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama hampir sebulan di Beirut akibat luka parah yang dialaminya.