JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mengkaji kemungkinan pemberian tambahan insentif bagi 26.000 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana). Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, pihaknya berupaya meningkatkan kesejahteraan relawan pilar sosial ini, yang saat ini menerima insentif bulanan sebesar Rp250.000.
“Kami ingin ya, supaya memberikan dukungan lebih kepada teman-teman Tagana, tetapi kami masih terus melakukan simulasi untuk menambah anggaran,” kata Gus Ipul saat ditemui di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Gus Ipul menegaskan bahwa kesejahteraan personel Tagana akan dipastikan setara dengan pendamping penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Upaya ini dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara untuk 26.000 personel Tagana.
“Sedang kami pikirkan sesuai dengan kemampuan keuangan negara untuk 26.000 itu (personel Tagana),” ujarnya.
Pertimbangan Kenaikan Insentif
Keputusan untuk mempertimbangkan kenaikan insentif ini didasari oleh pengabdian personel Tagana yang telah berlangsung puluhan tahun dalam membantu korban bencana alam. Mereka memiliki peran krusial dalam berbagai aspek penanggulangan bencana, mulai dari penyiapan logistik, pendirian dapur umum, hingga pemberian bantuan psikososial.
“Tagana adalah bagian dari pilar-pilar Kementerian Sosial yang selalu hadir dalam suasana bencana. Mereka bekerja berkolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan lainnya,” tutur Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa personel Tagana dilatih khusus untuk mampu memberikan bantuan efektif baik di masa kedaruratan maupun masa pasca kedaruratan.
“Ini menjadi hal yang penting bagi Kemensos untuk terus meningkatkan kualitas SDM Tagana lewat pelatihan-pelatihan,” ucapnya.






