— Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mematok target ambisius untuk membangun 150 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) setiap tahunnya. Rencana ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, di Jakarta pada Jumat, 24 April 2026. Strategi pembangunan satuan ini juga telah dipaparkan oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam pertemuan bersama para jenderal purnawirawan TNI.

Meski demikian, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai teknis pembangunan Yon TP tersebut. Namun, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, sebelumnya telah memberikan gambaran mengenai status satuan serupa yang sudah terbentuk. Menurutnya, hingga saat ini, TNI AD telah memiliki sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).

Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa pembentukan satuan-satuan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. “Jadi, kami sampaikan bahwa hingga saat ini, jumlah satuan yang sudah tergelar adalah sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP),” ungkap Donny saat dikonfirmasi pada Kamis, 23 April 2026.

Desain Besar Penguatan Satuan Kewilayahan

Lebih lanjut, Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa pembangunan kekuatan ini merupakan bagian dari desain besar penguatan satuan di tingkat kabupaten/kota. TNI AD menargetkan pembentukan total sekitar 750 satuan, yang terdiri dari 593 Yon TP serta 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi. “Seluruhnya akan dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan berbasis kebutuhan wilayah, sesuai perencanaan Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan,” tegasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, satuan kewilayahan TNI AD saat ini tengah fokus pada persiapan lahan dan sarana pendukung pembangunan Yon TP. Langkah ini diambil agar proses pengembangan satuan dapat berjalan lebih optimal dan efisien.

Tugas Ganda Batalyon Teritorial Pembangunan

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya telah menguraikan peran ganda dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sjafrie, Yonif TP tidak hanya memiliki tugas pokok sebagai prajurit infanteri, tetapi juga dibebani tanggung jawab untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

“Batalyon Teritorial Pembangunan itu intinya adalah Batalyon Infanteri. Batalyon Infanteri itu tugasnya mencari, menemukan, dan menghancurkan musuh,” ujar Sjafrie saat peresmian di Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada 13 Januari 2026. Ia menambahkan, “Sedangkan tugas Teritorial Pembangunan adalah tugas tambahan untuk mendukung pembangunan ekonomi kita. Jadi, ada dua. Tangan kiri untuk kepentingan Batalyon Infanteri, tangan kanan untuk kepentingan pembangunan.”