— JAKARTA, KOMPAS.com – PT HK Realtindo (HKR), anak usaha PT Hutama Karya (Persero), meluncurkan klaster hunian baru, New Cluster Cemara, di H City Sawangan, Depok. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang akan berakhir tahun ini, sekaligus merespons geliat pasar properti di koridor selatan Jakarta.

Pengembangan New Cluster Cemara seluas 17.851 meter persegi ini menyasar keluarga muda dan profesional yang mencari rumah pertama. Lokasinya dinilai strategis dengan akses mudah ke pusat bisnis Jakarta Selatan melalui Tol JORR 2.

Hunian Adaptif untuk Keluarga Muda

Direktur Utama HKR, Ekwan Hadyanto, menjelaskan bahwa New Cluster Cemara dirancang dengan konsep rumah kompak modern yang fungsional. Tahap awal pembangunan akan menghadirkan 31 unit dari total rencana 85 unit, dengan pilihan tipe 38/60 (satu lantai) dan 60/60 (dua lantai).

Arsitektur hunian ini mengedepankan pengoptimalan ruang terbuka untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara. “New Cluster Cemara dirancang untuk menjadi ruang yang adaptif bagi keluarga muda untuk tumbuh, dengan tata ruang fungsional guna mendukung gaya hidup dinamis,” ujar Ekwan, Sabtu (25/4/2026).

Konsep ini sejalan dengan tren hunian ramah lingkungan yang dapat memberikan kenyamanan termal dan efisiensi energi.

Integrasi Nilai Jangka Panjang

Selain aspek fisik, HKR juga menekankan pentingnya ekosistem sosial dan religius di dalam kawasan H City Sawangan. Fasilitas penunjang seperti clubhouse, kolam renang, dan pusat kebugaran akan melengkapi kawasan ini. Kehadiran masjid yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki menjadi salah satu nilai tambah yang ditawarkan.

“Ini adalah upaya menciptakan nilai, baik dari sisi kualitas hidup maupun instrumen investasi,” tambah Ekwan.

Optimisme Pasar dan Ekspansi

Untuk menarik minat pembeli, HKR menawarkan harga perdana mulai dari Rp 700 jutaan untuk New Cluster Cemara. Berbagai stimulus juga diberikan, termasuk insentif bebas PPN, subsidi uang muka (DP), serta bantuan biaya administrasi.

Ekwan optimistis bahwa sektor rumah tapak akan terus menjadi penggerak utama industri properti nasional. Ia menargetkan marketing sales kuartal II-2026 mencapai Rp 100 miliar dari peluncuran klaster ini, dengan target total marketing sales hingga akhir 2026 senilai Rp 400 miliar.

HKR juga berencana melakukan ekspansi ke Serang, Banten, dengan cadangan lahan seluas 92 hektar, dan ke Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan lahan seluas 8,9 hektar. “Di Balikpapan, kami memanfaatkan momentum beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina. Sementara di Serang, lebih dekat dengan Jadebotabek sebagai pusat kebutuhan rumah,” pungkas Ekwan.