Lifestyle

Kebiasaan Pagi yang Perlu Dihindari di Usia 50 Demi Jantung Sehat

Advertisement

Memasuki usia 50 tahun, menjaga kesehatan jantung menjadi keharusan. Kebiasaan di pagi hari ternyata memegang peranan krusial dalam upaya ini. Para ahli menekankan bahwa aktivitas yang dilakukan sesaat setelah bangun tidur dapat memicu respons stres yang berisiko bagi sistem kardiovaskular.

“Kebiasaan pagi sangat penting karena tubuh mengalami lonjakan tekanan darah dan hormon stres setelah bangun tidur, yang seiring waktu meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular,” jelas ahli jantung di Manhattan Cardiology, New York, AS, dr. Karishma Patwa, MD, mengutip Parade. Kebiasaan modern yang umum adalah langsung meraih gawai, namun praktik ini justru dapat memicu respons stres yang tidak perlu pada sistem saraf.

Aktivitas yang memicu kecemasan di pagi hari dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik secara mendadak. “Hasilnya adalah peningkatan detak jantung, peningkatan tekanan darah, dan kadar kortisol yang lebih tinggi. Efeknya, kamu menempatkan sistem kardiovaskularmu ke dalam mode ‘lawan-atau-lari’ bahkan sebelum hari dimulai,” papar Gregory Mishkel MD, seorang ahli jantung.

Gangguan Irama Sirkadian dan Dampaknya pada Jantung

Ahli jantung intervensi, dr. Cheng-Han Chen, MD, menambahkan bahwa tubuh manusia beroperasi mengikuti irama sirkadian alami yang mengatur siklus harian. Kegiatan yang memicu stres tinggi di pagi hari dapat mengganggu ritme ini dan berpotensi merusak kesehatan jantung.

Dalam jangka pendek, stres dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah melonjak, yang sering kali ditandai dengan perasaan gemetar, jantung berdebar, hingga sesak napas. Dokter Mishkel memperingatkan bahwa dalam kasus yang ekstrem, stres akut dapat memicu kondisi serius yang menyerupai serangan jantung.

Advertisement

“Dalam kasus yang lebih ekstrem, stres akut dapat memicu kondisi seperti kardiomiopati Takotsubo, sebuah kondisi yang dikenal sebagai ‘patah hati’, yang meniru gejala serangan jantung tetapi murni disebabkan oleh reaksi stres akut. Dalam jangka panjang, stres kronis bertindak sebagai pengganda risiko,” ungkapnya.

Risiko Jangka Panjang Stres pada Pembuluh Darah

Paparan stres yang terus-menerus setiap pagi, misalnya akibat memeriksa gawai, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada lapisan pembuluh darah atau yang dikenal sebagai disfungsi endotel. Kondisi ini juga dapat mempercepat proses pengerasan arteri akibat penumpukan plak, serta memicu gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium.

Langkah-Langkah Menyehatkan Jantung di Pagi Hari

Untuk menjaga keseimbangan hormon dan tekanan darah, para ahli menyarankan tiga langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam 30-60 menit pertama setelah bangun tidur. Langkah-langkah ini dirancang untuk mengaktifkan sistem saraf parasimpatik dan mempersiapkan tubuh menghadapi hari dengan lebih baik.

  1. Pernapasan Terkontrol atau Meditasi: Luangkan waktu sekitar lima menit untuk melakukan latihan pernapasan terkontrol atau meditasi. Aktivitas ini membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi respons stres.
  2. Hidrasi yang Cukup: Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan meminum air putih segera setelah bangun. Dokter Chen menyarankan agar memilih air putih daripada langsung meraih gawai, untuk mencegah dehidrasi di awal hari.
  3. Sarapan Sehat: “Saya juga merekomendasikan agar orang-orang mengonsumsi sarapan yang seimbang dan sehat bagi jantung yang kaya serat, karena ini akan menjadi dasar bagi hari yang bergizi,” kata dr. Chen.

Terakhir, lakukan gerakan ringan atau olahraga pagi seperti peregangan dan jalan santai. Aktivitas fisik di pagi hari membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah dan mengatur kadar hormon stres. Dengan mengganti kebiasaan memeriksa gawai dengan aktivitas yang lebih menyehatkan, Anda memberikan fondasi yang lebih stabil bagi kesehatan jantung sepanjang hari.

Advertisement