Tekno

Kebiasaan Kerja Bos AI Google Beda dari yang Lain, Tidak untuk Ditiru

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, memiliki rutinitas kerja yang tidak konvensional dan diakui tidak ideal. Berbeda dengan para pemimpin teknologi lainnya yang cenderung memiliki jadwal tidur teratur di malam hari, Hassabis justru tidur hanya sekitar enam jam per hari, dimulai setelah waktu subuh.

“Saya mencoba tidur enam jam, tetapi kebiasaan tidur saya tidak biasa. Saya mengaturnya (tidur) di siang hari,” kata Hassabis dalam sebuah wawancara dengan Fortune baru-baru ini. Pola ini telah ia jalani selama kurang lebih satu dekade memimpin DeepMind, laboratorium kecerdasan buatan yang didirikan pada 2010 dan diakuisisi Google pada 2014.

Dalam kesehariannya, Hassabis mengawali hari kerja di kantor dengan agenda rapat dan operasional. Setelah itu, ia pulang untuk makan malam dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun, aktivitasnya belum selesai.

Sekitar pukul 22.00, Hassabis memulai “hari kerja kedua” yang berlangsung hingga pukul 04.00 pagi. Periode ini ia dedikasikan untuk berpikir, melakukan riset, dan mengerjakan pekerjaan kreatif. Ia merasa lebih produktif pada dini hari, bukan pada pagi atau siang hari.

Pukul 04.00, Hassabis baru beristirahat hingga sekitar pukul 10.00 pagi, sebelum kembali beraktivitas di kantor. Meskipun telah lama dijalani, Hassabis menyadari pola tidurnya tidak ideal dan berpotensi berdampak buruk bagi otak, mengingat anjuran umum waktu tidur orang dewasa berkisar 7 hingga 9 jam per hari.

Advertisement

Pola Kerja Intens di Kalangan Petinggi Teknologi

Pola kerja ekstrem dan jam tidur minim bukan hal baru di kalangan petinggi teknologi, terutama pada fase awal pengembangan perusahaan. CEO Tesla, Elon Musk, misalnya, pernah menyatakan bahwa ia tidur sekitar enam jam agar tetap optimal dalam bekerja.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada 2018, Musk bahkan mengaku pernah tidur di lantai pabrik Tesla saat periode produksi tertentu. Hal ini menunjukkan tingginya intensitas kerja yang kerap dijalani para pemimpin di industri teknologi.

Kendati demikian, pengakuan Hassabis menegaskan bahwa pola kerja intens dan jam tidur minim bukanlah kebiasaan yang direkomendasikan untuk diikuti, meskipun dijalani oleh para pemimpin industri teknologi.

Pada 2023, DeepMind digabungkan dengan Google Brain, membentuk Google DeepMind. Divisi ini bertanggung jawab atas pengembangan berbagai produk AI Google, termasuk Gemini.

Advertisement