— JAKARTA, KOMPAS.com – Tumpukan sampah di Jalan Raya Bekasi KM 21, RT 004/RW 004, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kembali dilalap api. Kebakaran yang terjadi selama dua hari berturut-turut pada Kamis (23/4/2026) dan Jumat (24/4/2026) ini ternyata bukan insiden pertama di lokasi yang sama.

Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi, membenarkan bahwa lokasi tersebut kerap menjadi langganan kebakaran sampah. “Iya memang betul, di lokasi ini memang sudah beberapa kali terjadi kebakaran sampah di sini,” katanya kepada Kompas.com, Jumat.

Namun, ia menambahkan bahwa kebakaran kali ini tergolong lebih besar dan memakan waktu lebih lama dibandingkan kejadian sebelumnya. “Sepertinya ini yang paling besar ya, sampai dua hari terjadi kebakaran di sini,” tuturnya.

Sarmudi menegaskan bahwa lokasi tersebut bukanlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi milik pemerintah. “TPS liar. Jadi ini merupakan bukan tempat atau lokasi untuk pembuangan atau penimbunan sampah,” tegasnya.

Pihak kelurahan mengaku telah berupaya berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara untuk menindak pengelola lahan yang disalahgunakan sebagai tempat penimbunan sampah. “Untuk penanganan di tingkat kelurahan karena ini status tanahnya bukan aset Pemda, kita sudah memberikan imbauan ya kepada penggarap di daerah sini,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Sudin LH telah memberikan sanksi kepada pengelola lahan tersebut sejak Oktober 2025. “Dari bulan Oktober tahun 2025 juga di tingkat Sudin LH mereka sudah kena sanksi terkait pencemaran lingkungan,” lanjutnya.

Sarmudi berharap Sudin LH dapat mengambil tindakan yang lebih tegas, bahkan hingga penutupan lokasi tersebut. “Harapannya ada tindakan yang lebih tinggi lagi, kalau perlu ini ditutup sekalian gitu. Ya tentunya saya juga bagian dari warga Pegangsaan Dua ya, tentunya harapannya kalau bisa tempat pembuangan sampah ini ditutup,” tambahnya.

Api Kembali Muncul Setelah Sempat Padam

Kebakaran tumpukan sampah di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini berlangsung selama dua hari. Api yang sempat berhasil dipadamkan pada Kamis malam, kembali muncul beberapa jam kemudian.

Menurut Lurah Pegangsaan Dua, Sarmudi, kemunculan kembali api diduga karena masih adanya bara api yang tersisa di bagian bawah tumpukan sampah. “Itu kemungkinan masih ada apinya di bawah itu, jadi muncul lagi dia apinya,” kata Sarmudi.

Meskipun penyebab awal kebakaran belum dapat dipastikan, terdapat dugaan api berasal dari aktivitas pembakaran sampah skala kecil yang kemudian merambat. “Awalnya sih mereka (warga sekitar) juga enggak tahu kenapa bisa muncul api, tapi kemungkinan memang ada yang mungkin bakar sampah kecil-kecilan, akhirnya bisa merambah ke sampah yang ada di sini gitu,” jelasnya.