Akses.co.id — MALANG, KOMPAS.com — Gudang pabrik rokok PT Gaganeswara di Jalan Mayjen Sungkono, Buring, Kecamatan Kedungkandal, Kota Malang, dilalap si jago merah pada Jumat (24/4/2026) sore. Api yang berkobar hebat berhasil dipadamkan setelah pemadam kebakaran berjuang selama lima jam, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar.
Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan bahwa api dengan cepat membesar lantaran material di dalam gudang didominasi bahan mudah terbakar. “Api sudah luar biasa besar saat laporan masuk. Bahan di dalam gudang seperti kertas pembungkus dan bahan pembuat rokok membuat perambatan api sangat cepat, dengan asap hitam yang sangat pekat,” ujar Pandu pada Sabtu (25/4/2026).
Api Melahap Gudang Kosong
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.45 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa gudang dalam kondisi kosong karena para karyawan telah pulang kerja.
“Informasinya gudang dalam keadaan kosong, karyawan sudah pulang. Titik api berasal dari gudang penyimpanan kertas dan filter, yang posisinya berdempetan dengan gudang tembakau di belakangnya,” terang Pandu.
Api dengan cepat menjalar dan melahap area seluas sekitar 400 meter persegi. Sebagian besar bangunan gudang dan seluruh isinya tak luput dari amukan api.
Pemadaman Lima Jam, Kerugian Miliaran Rupiah
Sebanyak 50 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih lima jam, dengan total penggunaan air mencapai 240.000 liter.
Akibat kebakaran hebat tersebut, struktur bangunan mengalami kerusakan berat. Tembok gudang terlihat miring dan atapnya ambruk.
“Kerugian diperkirakan sekitar Rp 1 miliar, mengingat bangunan rusak dan material di dalam gudang memiliki nilai ekonomi tinggi,” kata Pandu.
Meskipun tidak ada mesin yang terbakar, seluruh bahan baku seperti kertas pembungkus dan filter rokok dilaporkan habis tak bersisa. Sempat terjadi rembetan api kecil ke gudang penyimpanan tembakau di bagian belakang, namun berhasil dikendalikan dan tidak meluas.
Penyebab Masih dalam Penyelidikan
Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Kota Malang masih menunggu hasil penyelidikan dari tim laboratorium forensik untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Pemeriksaan rekaman CCTV juga menjadi salah satu fokus dalam proses penyelidikan.
“Kami masih berkoordinasi dengan puslabfor untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujar Pandu.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melihat kobaran api dari sisi selatan gudang. Warga tersebut kemudian segera melaporkan kejadian ini kepada petugas pemadam kebakaran dan kepolisian setempat.
Untuk penanganan kebakaran, sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan empat unit ambulans dikerahkan ke lokasi kejadian.
Ikuti Akses.co.id
