Nasional

KBRI Jeddah: Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

Advertisement

JEDDAH, KOMPAS.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah melaporkan bahwa hampir 6.000 jemaah haji Indonesia dari gelombang pertama telah tiba di Madinah, Arab Saudi. Kedatangan mereka menandai dimulainya rangkaian ibadah haji tahun ini bagi ribuan warga negara Indonesia.

“Pada hari pertama kedatangan, hampir 6.000 jemaah haji Indonesia dijadwalkan mendarat melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah,” ungkap Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 5.997 jemaah yang terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter) telah tiba secara bertahap di kota suci tersebut hingga pukul 22.55 waktu Arab Saudi. Jemaah ini berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia, termasuk Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar.

Prioritaskan Kesehatan Jemaah

Dalam kesempatan tersebut, Yusron mengimbau seluruh jemaah haji untuk memprioritaskan kesehatan selama berada di Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya membatasi pergerakan dan mengurangi aktivitas yang tidak perlu guna menjaga kondisi fisik.

“Sebagian besar jemaah haji Indonesia merupakan lanjut usia. Karena itu, ia mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri dalam beribadah apabila kondisi tubuh sedang tidak fit,” ujar Yusron. Ia menambahkan bahwa rangkaian ibadah haji masih panjang, sehingga kondisi fisik yang prima sangat krusial untuk dapat menjalani puncak ibadah haji pada bulan Mei mendatang.

Advertisement

Imbauan Menghadapi Cuaca Madinah

Menyikapi kondisi cuaca di Madinah, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, juga memberikan imbauan khusus kepada para jemaah. Ia meminta jemaah untuk mewaspadai perubahan cuaca dan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

“Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20 hingga 30 menit,” jelas Khalilurrahman.

Lebih lanjut, Khalilurrahman juga menyarankan penggunaan tabir surya (sunscreen) dan pelembap bibir sebagai langkah preventif untuk menjaga kondisi tubuh dari paparan cuaca panas yang mungkin dihadapi selama berada di Madinah.

[video.1]
Advertisement