Bola

Kata Pelatih Burnley Usai Susul Wolves Degradasi dari Premier League

Advertisement

Kekalahan 1-0 dari Manchester City atas Burnley di Turf Moor pada Kamis (23/4/2026) dini hari WIB tidak hanya mengukuhkan posisi The Citizens di puncak klasemen Premier League, tetapi juga memastikan The Clarets menyusul Wolverhampton Wanderers terdegradasi ke divisi kedua.

Gol tunggal Erling Haaland pada menit kelima pertandingan menjadi penentu nasib Burnley. Hasil ini membuat tim asuhan Scott Parker mengumpulkan 20 poin, yang secara matematis tidak mungkin lagi mengejar West Ham United di posisi ke-17 dengan 33 poin, dengan hanya empat pertandingan tersisa.

Degradasi Ketiga dalam Tiga Musim

Periode ini menandai kali ketiga Burnley terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris dalam tiga musim terakhir. Sebelumnya, klub tersebut juga turun kasta pada musim 2021-2022 dan 2023-2024.

Scott Parker ditunjuk sebagai pelatih pada musim panas 2024, menggantikan Vincent Kompany yang berhasil membawa Burnley promosi dengan finis sebagai runner-up Championship. Namun, timnya kesulitan bersaing di Premier League, terutama di lini pertahanan.

Burnley tercatat sebagai tim dengan kebobolan terbanyak di liga musim ini, dengan total 68 gol.

“Kami mengerti bahwa ada beberapa hal tak terhindarkan yang semakin dekat,” ujar Parker usai pertandingan kepada Sky Sports. “Tirai itu telah turun sekarang, konfirmasinya sudah ada. Kami telah gagal dan sedikit kurang beruntung hari ini.”

Pelatih asal Inggris itu menambahkan, “Saya tidak bisa mengkritik tim ini. Tim ini telah memberikan segalanya setiap hari. Anda bisa menyalahkan kami di momen-momen tertentu di mana kami kurang berkualitas – dan kami belum mendapatkan cukup poin di divisi ini. Saya pikir penampilan malam ini sedikit mewakili siapa kami sebenarnya. Saya sangat bangga dengan tim ini. Saya mungkin akan diejek karena mengatakan itu di dunia tempat kita hidup. Saya jujur, tetapi begitulah kenyataannya.”

Advertisement

Performa Menurun Sepanjang Musim

Burnley sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal musim, meraih tiga kemenangan dalam sembilan laga pertama, termasuk saat menghadapi Sunderland dan Leeds United. Namun, tren positif tersebut tidak bertahan lama.

Kemenangan 3-2 atas Crystal Palace pada Februari menjadi satu-satunya raihan tiga poin mereka di liga sejak Oktober. Sejak saat itu, Burnley terus terpuruk di zona degradasi bersama Wolves.

Scott Parker memiliki rekam jejak membawa tim promosi ke Premier League, seperti yang pernah dilakukannya bersama Fulham dan AFC Bournemouth. Namun, ia belum berhasil mempertahankan timnya di kasta tertinggi pada musim pertama setelah promosi.

Sebelumnya, Parker juga meninggalkan Bournemouth setelah timnya mengalami kekalahan telak 0-9 dari Liverpool pada musim 2022-2023.

Burnley masih memiliki empat pertandingan tersisa di Premier League musim ini, menghadapi Leeds United, Aston Villa, Arsenal, dan Wolverhampton Wanderers.

Advertisement