— Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memberikan pandangannya terkait kebutuhan penambahan kamera garis gawang untuk mendukung operasional Video Assistant Referee (VAR) di Liga Super Indonesia. Menurut Ogawa, teknologi tersebut bukan merupakan keharusan mutlak, namun kehadirannya akan sangat membantu meningkatkan akurasi.

Wacana penambahan kamera di lapangan kembali mengemuka di kalangan sepak bola nasional. Tujuannya adalah untuk meminimalisir potensi kontroversi dan meningkatkan ketepatan keputusan wasit dengan menyediakan berbagai sudut pandang visual.

Salah satu momen yang memicu perdebatan adalah gol pertama Dewa United ke gawang Persib Bandung pada pekan ke-28 Liga Super Indonesia 2025-2026, yang berlangsung di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026). Gol yang dicetak Alex Martins ini sempat menimbulkan pertanyaan karena bola yang dikuasai Alexis Messidoro diduga telah keluar garis sebelum gol tercipta.

Bukan Kewajiban, Namun Diinginkan

Dalam pertandingan tersebut, wasit akhirnya tetap mengesahkan gol setelah menerima masukan dari wasit VAR yang menyatakan bola belum sepenuhnya keluar lapangan. Menanggapi hal ini, Ogawa menjelaskan posisinya.

“Sebenarnya kamera garis gawang tidak menjadi sebuah kewajiban ketika sudah mengimplementasikan VAR. Tapi kalau ada, tentu akan jauh lebih baik,” ujar Ogawa kepada awak media di GBK Arena, Kamis (23/4/2026), usai acara Refereeing Workshop for Media.

Lebih lanjut, Ogawa menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memaksa operator liga menyediakan teknologi kamera garis gawang. Padahal, teknologi ini berpotensi besar dalam menciptakan keputusan yang lebih adil bagi kedua tim yang bertanding.

“Kami tidak bisa memaksakan kepada liga profesional. Namun ke depan, jika ada dua kamera di garis gawang, itu akan membuat keputusan lebih adil bagi semua pihak dalam sepak bola,” tambahnya.

Kendati demikian, Ogawa menekankan pentingnya memahami kondisi yang ada saat ini. “Tapi posisi kami harus memahami kondisi saat ini. Kami harus mengelola kondisi yang ada,” tuturnya.

Bela Keputusan Wasit dengan VAR

Yoshimi Ogawa juga membela keputusan yang diambil oleh wasit di lapangan, seraya menegaskan bahwa VAR telah melakukan pengecekan dan tidak menemukan pelanggaran dalam proses gol tersebut.

“Jika wasit atau asisten wasit sudah berusaha mengambil posisi terbaik dan melihat situasinya, jika 100 persen yakin bola keluar, maka harus memberi sinyal,” jelas Ogawa.

Ia melanjutkan, “Namun, jika tidak 100 persen yakin, keputusan di lapangan harus dipertahankan. Kemudian VAR akan mengecek.”

Ogawa merinci lebih lanjut mekanisme pengambilan keputusan oleh VAR. “Jika VAR tidak menemukan bukti 100 persen bola keluar atau masuk, maka keputusan awal harus tetap dipertahankan. Jika ada bukti 100 persen, barulah direkomendasikan perubahan,” pungkas pria berusia 66 tahun tersebut.