— Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menghentikan penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Langkah ini membuka jalan bagi Senat untuk memproses pencalonan Kevin Warsh sebagai pengganti Powell.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, melalui pernyataan di media sosial X pada Sabtu (25/4/2026). Pengumuman ini berselang tiga hari setelah Warsh menjalani sidang konfirmasi di Komite Perbankan Senat.

Sebelumnya, Pirro sempat mengindikasikan akan melanjutkan penyelidikan. Namun, upaya tersebut terhambat setelah hakim federal membatalkan sejumlah surat panggilan yang dikeluarkan kantornya kepada Federal Reserve.

Dinamika Politik di Senat

Keputusan Departemen Kehakiman ini juga dipengaruhi oleh dinamika politik di Senat. Senator Partai Republik dari North Carolina, Thom Tillis, sebelumnya menahan proses pemungutan suara penuh untuk mengonfirmasi Warsh selama penyelidikan terhadap Powell masih berlangsung.

Fokus Dialihkan ke Investigasi Internal

Pirro menyatakan bahwa pengawasan akan dialihkan dari penyelidikan pidana ke inspektur jenderal Federal Reserve. Lembaga internal ini diminta untuk menyelidiki pembengkakan biaya proyek renovasi kantor pusat bank sentral di Washington DC yang mencapai miliaran dolar AS.

Menurut Pirro, proyek renovasi dan kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan menjadi dasar awal penyelidikan. Namun, audit terhadap proyek tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak musim panas tahun lalu.

Juru bicara inspektur jenderal mengonfirmasi bahwa pihaknya “secara aktif bekerja untuk menyelesaikan” evaluasi atas proyek renovasi gedung Dewan Gubernur Federal Reserve. Hasilnya akan disampaikan kepada publik dan Kongres setelah rampung.

Tekanan Politik di Balik Kebijakan Suku Bunga

Powell dan sejumlah pihak sebelumnya menilai penyelidikan tersebut sarat muatan politik. Mereka menduga langkah tersebut bertujuan menekan bank sentral agar menurunkan suku bunga, sesuai keinginan mantan Presiden Donald Trump.

Pada Juli lalu, Powell sendiri telah meminta inspektur jenderal meninjau proyek renovasi tersebut setelah mendapat kritik dari Trump terkait biayanya. Ia juga menyinggung bahwa audit serupa pernah dilakukan pada 2021 untuk menilai proses perencanaan dan pengelolaan proyek renovasi.

Peringatan Pirro dan Sikap Gedung Putih

Dalam pernyataannya, Pirro menegaskan inspektur jenderal memiliki kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban Federal Reserve kepada pembayar pajak. Ia berharap laporan komprehensif dapat segera diselesaikan.

Meski demikian, Pirro membuka kemungkinan penyelidikan pidana dapat dibuka kembali jika ditemukan fakta baru yang mendukung.

Sementara itu, Gedung Putih melalui juru bicaranya, Kush Desai, menyatakan bahwa publik berhak mendapatkan kejelasan terkait dugaan salah kelola fiskal di tubuh Federal Reserve. Ia juga menegaskan keyakinan bahwa Senat akan segera mengonfirmasi Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya.

Pihak The Fed menolak memberikan komentar atas perkembangan ini.

Dukungan dan Kritik di Senat

Ketua Komite Perbankan Senat, Tim Scott, menyambut baik kelanjutan investigasi oleh inspektur jenderal. Ia menilai pembengkakan biaya proyek merupakan persoalan serius yang perlu ditelusuri secara transparan.

Scott bahkan meminta inspektur jenderal memberikan pemaparan kepada komite dalam waktu 90 hari terkait temuan mereka.

Sebaliknya, Senator Partai Demokrat Elizabeth Warren mengkritik keras keputusan Departemen Kehakiman. Ia menilai penghentian penyelidikan terhadap Powell hanya bertujuan membuka jalan bagi Partai Republik untuk meloloskan Warsh sebagai Ketua Federal Reserve.

Warren juga menyoroti bahwa Departemen Kehakiman masih membuka kemungkinan melanjutkan penyelidikan di kemudian hari, serta belum menghentikan kasus terhadap Gubernur The Fed Lisa Cook. Menurut Warren, langkah tersebut menunjukkan upaya berkelanjutan untuk memengaruhi independensi bank sentral AS, dan ia mendesak Senat agar tidak melanjutkan proses pencalonan Warsh.