Akses.co.id — BANDUNG, Kompas.com – PT Bhineka Sangkuriang Transport, perusahaan otobus yang menaungi mobil travel ugal-ugalan di Tol Padaleunyi, tidak hanya memutus hubungan kerja dengan sopir yang bersangkutan. Perusahaan ini juga bertanggung jawab penuh atas kerusakan bodi mobil Sienta yang tergores akibat insiden tersebut. Kesepakatan damai antara perusahaan travel dan pemilik mobil Sienta dicapai di Kantor Satlantas Polrestabes Bandung, Jumat (24/4/2026).
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, menyatakan bahwa mediasi antara kedua belah pihak membuahkan hasil positif. “Hari ini kita berkumpul di Gakkum, Polrestabes Bandung untuk kejadian hari Sabtu, 18 April jam 07.15 di KM 144.800 jalur A antara mobil travel bersenggolan dengan mobil sipil, mobil Sienta yang mengakibatkan tergores di jalur tersebut,” ujar Fiekry.
“Tetapi Alhamdulillah, pagi hari ini, kedua belah pihak sudah hadir dan sudah ada pernyataan. Sudah ada pergantian untuk pengecatan mobil yang tergores atau tersenggol,” tambahnya di Mapolrestabes Bandung, Jumat (24/4/2026).
Tanggung Jawab Perusahaan Travel
Perwakilan Manajemen Bhinneka Sangkuriang, Anwar Kustiawan, menyampaikan permohonan maaf atas nama manajemen perusahaan terkait insiden di jalan tol. Ia menegaskan bahwa perusahaan bertanggung jawab atas tindakan sopirnya.
“Kami akan menyampaikan pertanggungjawaban kami untuk menyelesaikan perbaikan dari kendaraan ini karena memang mengasuransikan ini kita akan memanfaatkan untuk bisa memperbaikinya,” kata Anwar.
Anwar menambahkan bahwa peristiwa yang terjadi pada 18 April 2026 itu mengakibatkan mobil Sienta mengalami goresan. Kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga untuk pembinaan para sopir di masa mendatang. “Tetapi tentunya dari pihak perusahaan sekali lagi kami memohon maaf atas kejadian ini dan tentunya ini menjadi satu pembelajaran yang terbaik bagi kami sebagai bekal untuk pembinaan driver-driver kami berikutnya, terima kasih,” tutupnya.
Pemilik Mobil Apresiasi Tanggung Jawab
Sementara itu, pemilik mobil Toyota Sienta, M Ilyas, menyambut baik kesepakatan damai tersebut. Ia mengapresiasi langkah perusahaan travel yang menunjukkan tanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan ini.
“Saya mewakili keluarga yang di dalam mobil menerima permohonan maaf dari pihak travel dan terima kasih juga saya ucapkan kepada khususnya Bapak Kanit yang telah menangani kasus ini semoga ini menjadi pembelajaran yang baik buat kita semua,” ujar M Ilyas.
Sebelumnya, video yang menampilkan mobil travel ugal-ugalan di jalan tol sempat menjadi sorotan publik. Rekaman yang memperlihatkan manuver berbahaya dan nyaris menyebabkan kecelakaan antarkendaraan tersebut viral di media sosial.
Ikuti Akses.co.id
