Regional

Kasus Anak Perempuan Dibakar Paman di Semarang: Korban Alami Luka Bakar 30 Persen

Advertisement

SEMARANG, KOMPAS.com – Seorang siswi kelas 2 SMP di Semarang, berinisial T (15), terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.R.M.T Wongsonegoro (RSWN) untuk mendapatkan perawatan intensif setelah diduga menjadi korban pembakaran oleh pamannya sendiri, S (32).

Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, menjelaskan bahwa pemindahan korban ke RSWN dilakukan karena sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit swasta yang tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. “Karena tidak bisa di-cover oleh BPJS, karena kemarin kan dibawa ke rumah sakit swasta,” ujar Siwi kepada awak media pada Rabu (23/4/2026).

Pihak kecamatan, bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Sosial Kota Semarang, telah memberikan bantuan untuk penanganan medis dan meringankan beban keluarga korban. “Ini kita kirim ke RSWN untuk dilakukan pemeriksaan pengobatan secara intensif,” tambahnya.

Luka Bakar Capai 30 Persen

Korban dilaporkan mengalami luka bakar yang cukup serius, mencapai 30 persen dari total luas tubuhnya. Luka tersebut meliputi area lengan kanan hingga punggung.

“Luka sekitar 30 persen. Makanya kita evakuasi karena takutnya (luka) rentan sama bakteri, sama virus,” ungkap Siwi, menekankan pentingnya perawatan di fasilitas yang memadai.

Selain bantuan medis, Dinas Sosial Kota Semarang juga telah menyalurkan bantuan sembako untuk mendukung keluarga korban selama masa pemulihan.

Advertisement

Kronologi Kejadian Versi Polisi

Sementara itu, Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku, S, yang diduga melakukan pembakaran tersebut.

Menurut Heri, peristiwa ini bermula ketika pelaku meminta korban untuk mandi, namun permintaan tersebut ditolak oleh korban. “Berawal dari pamannya itu nyuruh mandi, nyuruh mandi tapi korbannya menolak kayak gitu,” kata Heri kepada Kompas.com.

Selanjutnya, pelaku diduga masuk ke dalam rumah dan mengambil cairan yang mudah terbakar, yang diidentifikasi sebagai bensin. Cairan tersebut kemudian disiramkan ke arah korban sebelum akhirnya disulut dengan korek api. “Diduga bensin, kemudian disulut pakai korek api,” jelasnya.

Teriakan minta tolong dari korban menarik perhatian warga sekitar yang segera mendatangi lokasi kejadian. “Akhirnya dibawa ke rumah sakit,” tutur Heri.

Terkait motif pelaku melakukan tindakan tersebut, Heri menambahkan bahwa pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah pelaku berhasil diamankan. “Untuk motif nanti kita akan periksa pelaku dulu soal alasannya,” pungkasnya.

Advertisement