— Di tengah hiruk pikuk perkotaan, seorang perempuan muda bernama Putri (24) memulai harinya dengan semangat di salah satu pusat operasional Lion Parcel. Puluhan paket yang harus diantarkan menjadi teman seperjalanannya, menembus jalanan hingga gang-gang sempit, menghadapi berbagai cuaca, dan mengetuk pintu setiap pelanggan. Profesi kurir ini bukan sekadar pekerjaan bagi Putri, melainkan sebuah pilihan yang dijalani dengan keyakinan mendalam.

Keputusan Putri untuk terjun penuh waktu sebagai kurir Lion Parcel pada tahun 2025 berakar dari pengalamannya menemani sang ibu, yang sebelumnya telah berkarir sebagai kurir selama lebih dari lima tahun. Ketika kondisi kesehatan ibunya menurun, Putri mengambil alih peran tersebut. “Dulu sering ikut dan bantu Mama antar paket, sekarang lanjut sendiri,” ujar Putri dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026). Kisah Putri ini menjadi cerminan nyata semangat emansipasi yang terus membara, khususnya di momen Hari Kartini.

Tantangan dan Makna di Balik Seragam Kurir

Menjadi kurir perempuan tentu tidak lepas dari tantangan. Di lapangan, Putri kerap menerima beragam respons dari pelanggan. Ada yang memberikan apresiasi, tak sedikit pula yang menunjukkan keterkejutan, bahkan mempertanyakan kemampuannya. “Kadang, pelanggan kaget kok kurirnya perempuan. Padahal, kami sebagai perempuan juga bisa jadi kurir,” ceritanya.

Lebih lanjut, Putri mengaku tak jarang ia mengalami perlakuan yang kurang nyaman, seperti godaan atau pertanyaan yang bersifat personal. Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Nuraini (29). Ia mengungkapkan beberapa kali menghadapi pelanggan yang bersikap kurang menyenangkan. “Kadang ada yang genit, tapi saya tidak menanggapi. Saya fokus saja sama pekerjaan,” tegas Nuraini.

Sementara itu, bagi Tiara (34), tantangan justru datang dari lingkungan terdekatnya. Di awal karirnya, keluarga sempat memandang sebelah mata dan menyarankannya mencari pekerjaan lain. “Awalnya, keluarga sempat menyuruh (saya) cari kerja lain karena saya perempuan. Namun, saya tunjukkan kalau saya nyaman dan menikmati pekerjaan sebagai kurir. Akhirnya, sekarang mereka mendukung,” papar Tiara.

Di balik berbagai rintangan tersebut, ada kekuatan yang membuat para kurir perempuan ini terus melangkah: kemampuan beradaptasi dan fokus pada tujuan. Putri menyadari bahwa bekerja di lapangan menuntut kesiapan menghadapi beragam situasi dan karakter pelanggan. Tiara dan Nuraini menjalani profesi ini dengan berpegang teguh pada tujuan, sembari mensyukuri setiap proses yang dilalui.

Ternyata, di balik kesibukan mengantarkan paket, terselip momen-momen yang membuat pekerjaan ini terasa lebih bermakna. Putri pernah menerima tip ratusan ribu rupiah dari seorang pelanggan, sebuah bentuk apresiasi yang membuatnya merasa bangga. Bagi Tiara, momen paling berkesan justru datang dari interaksi sehari-hari. “Serunya banyak ketemu orang baru, baik pelanggan, kurir lain, maupun tim Lion Parcel. Bahkan, kadang ada pelanggan yang nyariin kalau sudah lama tidak antar paket,” kenangnya.

Sementara itu, Nuraini sangat mensyukuri fleksibilitas waktu yang ditawarkan profesi ini. Sebagai ibu dari tiga anak, ia dapat mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga. “Bersyukur di sini waktunya fleksibel, jadi saya bisa mengatur waktu untuk keluarga,” katanya.

Inklusivitas dan Dukungan di Lion Parcel

Dalam dinamika pekerjaan yang penuh tantangan, dukungan lingkungan menjadi faktor krusial. Ketiga kurir perempuan ini sepakat merasakan lingkungan kerja yang suportif di Lion Parcel. Putri merasa timnya telah merangkul dan melindunginya. Tiara pun menilai tidak ada perbedaan perlakuan antara kurir laki-laki dan perempuan.

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif. Sejak awal bergabung, para kurir dibekali melalui program pelatihan yang mencakup alur kerja, standar operasional, dan hal-hal penting di lapangan. Lion Parcel juga secara rutin mengadakan kegiatan silaturahmi yang menjadi wadah bagi para kurir untuk berbagi pengalaman, menyampaikan masukan, dan mendapatkan informasi terbaru dalam suasana yang santai dan terbuka.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Lion Parcel menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan terbuka bagi siapa pun untuk berkembang, baik perempuan maupun laki-laki. Saat ini, lebih dari 25 persen karyawan Lion Parcel adalah perempuan, bahkan beberapa di antaranya telah menduduki posisi strategis di tingkat manajerial. Hal ini menunjukkan signifikansi peran perempuan dalam industri logistik, termasuk dalam pengambilan keputusan.

Pesan untuk Perempuan Indonesia

Lebih dari sekadar pekerjaan, menjadi kurir telah membawa perubahan signifikan dalam hidup Putri, Tiara, dan Nuraini, meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, serta peran mereka dalam keluarga. Menjelang Hari Kartini, mereka menyampaikan pesan inspiratif bagi perempuan Indonesia.

Putri berpesan agar perempuan terus mengembangkan diri melalui berbagai kesempatan yang ada. “Harus berusaha biar dapat kesempatan itu. Apa pun caranya yang penting dilakukan dengan cara yang baik dan benar,” ujarnya.

Nuraini menekankan pentingnya kemandirian. “Perempuan harus bisa mandiri. Jangan bergantung pada orang lain,” tegasnya.

Semangat emansipasi yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini kini hadir dalam berbagai bentuk. Di jalanan, melalui langkah para kurir perempuan yang terus bergerak, emansipasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan terwujud nyata dalam setiap langkah dan paket yang mereka antarkan.