Akses.co.id — Penggunaan biosolar pada mobil diesel mengharuskan pemilik untuk lebih cermat dalam jadwal penggantian filter solar. Standar pabrikan yang umumnya menyarankan penggantian setiap 20.000 kilometer perlu dipercepat, mengingat biosolar cenderung membawa lebih banyak kotoran, air, dan endapan dibandingkan bahan bakar solar konvensional.
Rio, pemilik bengkel mobil SAR Speed Solo, menjelaskan bahwa mobil diesel modern pada dasarnya masih aman menggunakan biosolar tanpa perlu modifikasi khusus. “Tak perlu ada modifikasi, cukup lakukan penggantian filter solar lebih sering saja, yakni tiap 10.000 sampai 15.000 kilometer,” ujarnya kepada Kompas.com.
Untuk kendaraan yang digunakan harian dalam kondisi normal, interval penggantian setiap 10.000 kilometer dianggap sudah cukup aman. Namun, kondisi pemakaian juga menjadi faktor penentu. Jika pemilik kerap mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan kualitas yang tidak konsisten, maka filter solar bisa tersumbat lebih cepat dari perkiraan.
Gejala yang patut diwaspadai sebagai tanda filter solar perlu segera diganti antara lain mesin terasa ‘ngempos’ atau kehilangan tenaga, tarikan terasa berat, hingga muncul gejala brebet. Tanda-tanda ini mengindikasikan bahwa aliran bahan bakar ke mesin mulai terganggu.
Pada beberapa mobil modern, indikator atau peringatan di dasbor juga dapat muncul, umumnya berkaitan dengan tekanan bahan bakar yang tidak normal.
Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi Sukoharjo, memberikan pandangan yang lebih spesifik. “Jadwal penggantian filter solar dari bengkel resmi tiap 10.000 kilometer, tapi bila pakai biosolar atau BBM dengan kualitas lebih rendah dari rekomendasi, penggantian bisa dilakukan tiap 5.000 kilometer,” kata Muchlis pada Sabtu (25/6/2026).
Bagi kendaraan yang telah dilengkapi filter tambahan atau water separator, perawatan rutin juga sangat krusial. Air yang tertampung di dalam water separator harus dibuang secara berkala. Idealnya, pembuangan dilakukan setiap 1.000 hingga 2.000 kilometer, atau ketika ketinggian air sudah terlihat menyentuh garis batas maksimal.
Selain perawatan rutin, Muchlis juga menyarankan agar pemilik mobil diesel selalu membawa filter cadangan, terutama saat melakukan perjalanan jauh. Hal ini penting untuk mengantisipasi kondisi darurat jika filter solar mendadak tersumbat di tengah perjalanan.
“Mengabaikan penggantian filter bisa berdampak serius, mulai dari mesin mogok hingga kerusakan injektor dan pompa bahan bakar yang biayanya sangat mahal,” tegas Muchlis.
Kesimpulannya, waktu ideal penggantian filter solar bagi pengguna biosolar adalah lebih cepat dari standar pabrikan, yakni berkisar antara 5.000 hingga 15.000 kilometer, bahkan bisa lebih cepat tergantung pada kondisi penggunaan. Kunci utama pencegahan adalah kepekaan terhadap gejala yang muncul dan kedisiplinan dalam melakukan perawatan.
Untuk keamanan ekstra, kombinasi penggunaan filter tambahan dan sesekali mengisi biosolar berkualitas lebih baik dapat membantu menjaga kebersihan sistem bahan bakar mobil diesel.
Ikuti Akses.co.id
