— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 akan terjadi pada periode Juli, Agustus, dan September. Prediksi ini disampaikan berdasarkan pembagian wilayah Indonesia ke dalam 699 Zona Musim (ZOM) yang memiliki karakteristik musim berbeda.

Saat ini, sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun, awal masuknya musim ini tidak serentak terjadi di seluruh nusantara. Berdasarkan data BMKG, empat ZOM tercatat mulai memasuki musim kemarau pada Februari 2026, diikuti oleh tujuh ZOM pada Maret 2026.

Selanjutnya, mayoritas wilayah akan menyusul. Sebanyak 114 ZOM diprediksi memasuki musim kemarau pada April 2026, dan 184 ZOM lainnya pada Mei 2026. “Sementara itu, sebanyak 163 ZOM (23,3 persen) diprediksi mulai mengalami musim kemarau pada bulan Juni 2026,” demikian bunyi pernyataan BMKG dalam dokumen “Prediksi Musim kemarau 2026 di Indonesia”.

Puncak Musim Kemarau 2026 Tersebar di Tiga Bulan

Puncak musim kemarau yang ditunggu-tunggu kedatangannya diperkirakan akan melanda Indonesia dalam rentang waktu tiga bulan. BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Juli, Agustus, dan September 2026.

Pada bulan Juli 2026, puncak musim kemarau diprediksi akan mencakup 88 ZOM. Bulan berikutnya, Agustus 2026, menjadi puncak musim kemarau terluas dengan 429 ZOM. Sementara itu, 100 ZOM lainnya akan mencapai puncaknya pada September 2026.

Rincian Wilayah yang Mengalami Puncak Musim Kemarau

BMKG merinci wilayah-wilayah yang akan mengalami puncak musim kemarau pada masing-masing bulan tersebut:

Periode Juli 2026

  • Sebagian Sumatera
  • Sebagian kecil Jawa
  • Sebagian kecil Nusa Tenggara
  • Kalimantan bagian tengah dan utara
  • Sulawesi Barat bagian utara
  • Sulawesi Tengah bagian barat
  • Sulawesi Utara bagian barat
  • Sebagian kecil Maluku
  • Papua Barat bagian tengah
  • Papua bagian timur

Periode Agustus 2026

  • Sumatera bagian tengah dan selatan
  • Jawa bagian tengah hingga timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Sebagian Nusa Tenggara Timur
  • Sebagian besar Kalimantan
  • Sebagian besar Sulawesi
  • Sebagian Maluku
  • Maluku Utara
  • Sebagian Pulau Papua

Periode September 2026

  • Sebagian Lampung
  • Sebagian kecil Jawa
  • Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi bagian utara dan timur
  • Sebagian besar Maluku Utara
  • Sebagian Maluku
  • Sebagian kecil Pulau Papua

Prediksi Durasi Musim Kemarau 2026

Durasi musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 diprediksi akan bervariasi antar wilayah. BMKG memperkirakan musim kemarau di Sumatera akan berlangsung antara tiga hingga 28 dasarian.

Untuk wilayah Jawa, durasi musim kemarau diprediksi lebih panjang, yaitu antara 11 hingga 30 dasarian. Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur diperkirakan akan mengalami musim kemarau selama 14 hingga 29 dasarian.

Kalimantan diprediksi mengalami musim kemarau yang relatif lebih singkat, berkisar empat hingga 19 dasarian. Sementara itu, Sulawesi diperkirakan memiliki durasi musim kemarau antara tiga hingga 28 dasarian.

Wilayah timur Indonesia, meliputi Maluku Utara, Maluku, dan Pulau Papua, diprediksi akan mengalami musim kemarau dengan durasi antara tiga hingga 23 dasarian.

BMKG juga mencatat bahwa beberapa wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau 2026 yang lebih panjang dari kondisi normalnya. Di sisi lain, ada pula wilayah yang diprediksi memiliki durasi musim kemarau lebih pendek atau sama dengan normal.

Terkait curah hujan, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya selama periode musim kemarau 2026. Namun, BMKG juga menyampaikan bahwa beberapa wilayah lainnya akan mengalami musim kemarau dengan curah hujan di atas normal atau sama dibandingkan biasanya.