Akses.co.id — Sejumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang bagi peserta disabilitas yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026. Fasilitas tersebut mencakup ruang khusus, alat bantu, hingga pendamping untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan peserta selama ujian berlangsung.
Fasilitas Khusus untuk Peserta Disabilitas UTBK 2026
Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 kali ini menunjukkan komitmen beberapa universitas untuk inklusivitas. Berbagai upaya dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan spesifik peserta disabilitas, mulai dari penyediaan infrastruktur hingga pendampingan personal.
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada (UGM) memfasilitasi 15 peserta disabilitas dalam pelaksanaan UTBK 2026 yang berlangsung pada 21-27 April 2026. Dari jumlah tersebut, 13 peserta telah mengisi formulir asesmen kebutuhan khusus, terdiri dari 12 peserta tunarungu dan 1 peserta disabilitas fisik. Dua peserta lainnya tidak memerlukan pendampingan khusus.
UGM memfokuskan pelayanannya pada peserta disabilitas tunarungu dan fisik. Sementara itu, peserta disabilitas netra diarahkan ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sesuai arahan panitia SNPMB.
Bagi peserta tunarungu, UGM menyediakan penerjemah yang bertugas membantu menyampaikan instruksi ujian. Fasilitas pendampingan juga diberikan kepada peserta tunanetra, meskipun ujian mereka dilaksanakan di UNY. Setiap peserta tunanetra didampingi oleh satu pendamping yang telah melalui proses seleksi oleh Unit Layanan Disabilitas (ULD UGM).
Universitas Padjadjaran (Unpad)
Di Universitas Padjadjaran (Unpad), tercatat ada 4 peserta disabilitas yang mengikuti UTBK pada hari pertama. Empat peserta ini terdiri dari dua peserta teman Tuli (penyandang disabilitas pendengaran) dan dua peserta disabilitas fisik.
Unpad menyediakan pendampingan juru bahasa isyarat (JBI) bagi peserta teman Tuli serta fasilitas penunjang yang ramah disabilitas atau barrier-free. Selain itu, Unpad juga memberikan tempat khusus bagi peserta yang mengalami cedera akibat kecelakaan menjelang pelaksanaan UTBK.
Universitas Brawijaya (UB)
Universitas Brawijaya (UB) mencatat sebanyak 13 peserta difabel mengikuti UTBK selama enam hari, mulai 21 hingga 26 April 2026. Peserta tersebut terdiri dari 6 peserta tunarungu, 3 peserta tunadaksa, dan 4 peserta tunanetra.
Pihak UB menyediakan berbagai fasilitas khusus, termasuk akses ruang ujian yang ramah disabilitas dan pendamping khusus untuk mendukung kelancaran peserta. Koordinator Pelaksana UTBK UB, Arif Hidayat, menekankan pentingnya pemahaman setiap pengawas UTBK terhadap karakteristik peserta difabel yang memerlukan mekanisme pelaksanaan ujian khusus.
Universitas Diponegoro (Undip)
Sebanyak 6 peserta disabilitas, terdiri dari 3 peserta tunadaksa dan 3 peserta tunarungu, mengikuti UTBK di Universitas Diponegoro (Undip) pada Selasa, 21 April 2026. Peserta difabel ditempatkan di lokasi strategis yang menunjang kebutuhan mereka, termasuk di Fakultas Hukum yang dilengkapi infrastruktur lift serta area duduk yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan mobilitas.
Universitas Jember (Unej)
Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan UTBK 2026 bagi peserta difabel, Universitas Jember (Unej) menyiapkan berbagai fasilitas penunjang. Pada hari pertama pelaksanaan UTBK, Selasa, 21 April 2026, terdapat 3 peserta penyandang disabilitas yang mengikuti ujian.
Mereka ditempatkan di salah satu ruangan lantai 3 gedung Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) kampus setempat, yang memiliki fasilitas lift untuk memudahkan akses. Seorang peserta teman Tuli, Carissa Vania Artamevira, diketahui menggunakan alat bantu pendengarannya sendiri saat mengikuti UTBK di Unej.
Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencatat 4 peserta disabilitas tunanetra mengikuti UTBK pada hari ketiga, Kamis, 23 April 2026, sesi pagi. Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, merinci bahwa total 6 peserta disabilitas mengikuti sesi khusus di Unesa tahun ini, terdiri dari 2 peserta tunarungu pada hari sebelumnya dan 4 peserta tunanetra.
Unesa menyiapkan ruang khusus serta pendamping. Infrastruktur teknis seperti jaringan dan perangkat audio telah disiapkan agar peserta dapat mengerjakan soal secara mandiri melalui perintah suara.
Universitas Hasanuddin (Unhas)
Tahun ini, Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima 6 peserta disabilitas yang mengikuti UTBK pada hari pertama, Selasa, 21 April 2026. Peserta tersebut terdiri dari 3 peserta teman Tuli, 1 peserta tunawicara, dan 2 peserta tunadaksa.
Unhas memastikan fasilitas komputer yang digunakan peserta difabel telah dirancang sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga tidak memerlukan fasilitas pendamping tambahan.
Ikuti Akses.co.id
