Akses.co.id — MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara kini mengoptimalkan penggunaan teknologi canggih untuk memantau kondisi jalur rel. Melalui penggunaan Track Geometry Trolley (TGT), KAI Divre I Sumut mampu mendeteksi kondisi lintasan dengan tingkat presisi hingga detail per satu meter.
Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan keandalan dan keamanan lintasan aktif yang membentang sepanjang 476.460 meter. Jalur ini menghubungkan 43 stasiun yang tersebar di 13 kabupaten/kota di wilayah Sumatera Utara.
Plt Manager Hubungan Masyarakat Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa adopsi teknologi TGT menandai pergeseran dari metode pengamatan visual manual menuju pendekatan yang lebih mengandalkan data presisi. Hal ini diklaim berdampak langsung pada peningkatan stabilitas kereta selama perjalanan.
“Dengan Track Geometry Trolley, kami tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan visual, tetapi menggunakan data presisi. Alat ini mengukur parameter vital seperti kelurusan, lebar sepur, hingga kemiringan rel,” ujar Anwar di Medan, Jumat (24/4/2026), dilansir dari Antara.
Data akurat yang dihasilkan oleh TGT memungkinkan tim prasarana KAI untuk mengidentifikasi potensi gangguan pada jalur rel sejak dini. Dengan demikian, perbaikan dapat segera dilakukan sebelum mengganggu kenyamanan penumpang, sehingga perjalanan kereta api dapat tetap stabil dan minim guncangan.
Sinergi Teknologi untuk Keamanan Jalur
Selain TGT yang memiliki fleksibilitas tinggi untuk melakukan pengecekan pada area spesifik seperti tikungan maupun wesel (percabangan rel), KAI Divre I Sumut juga mengoperasikan Kereta Ukur secara periodik. Kedua teknologi ini dirancang untuk bekerja secara komplementer.
Jika TGT dioperasikan oleh petugas untuk melakukan pengecekan detail, Kereta Ukur dilengkapi dengan sensor canggih yang mampu merekam kondisi jalur secara real-time saat dilalui oleh rangkaian kereta api.
“TGT memberikan fleksibilitas untuk pengecekan detail di area tertentu, sementara Kereta Ukur memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi rel saat dilalui rangkaian kereta. Keduanya saling melengkapi untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan nyaman,” kata Anwar menambahkan.
Implementasi teknologi ini juga didukung oleh digitalisasi data melalui penggunaan tablet lapangan. Sistem ini memfasilitasi tim prasarana KAI dalam melakukan perawatan jalur dengan menerapkan metode predictive maintenance atau perawatan prediktif yang lebih tepat sasaran.
Dengan kemampuan pendeteksian yang akurat, jadwal perjalanan dapat lebih terjaga dan potensi gangguan teknis pada rel dapat diminimalisasi sebelum berkembang menjadi kendala yang lebih besar.
“Keselamatan menjadi prioritas utama bagi KAI Divre I Sumatera Utara. Penggunaan teknologi pemeriksaan rel ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” pungkas Anwar.
Ikuti Akses.co.id
