Jumlah calon jemaah haji dari Provinsi Maluku yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 587 orang calon jemaah haji Maluku dipastikan akan menunaikan ibadah rukun Islam kelima, angka ini turun drastis dari 1.086 orang pada tahun sebelumnya.
“Kita Provinsi Maluku untuk tahun ini mendapat kuota 587 jemaah,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Haji (PPIH) Maluku, Kasrul Selang, saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (23/4/2026).
Dari total 587 calon jemaah haji asal Maluku, sebaran terbanyak berasal dari Kota Ambon, yakni 432 jemaah. Disusul kemudian oleh Kota Tual dengan 36 jemaah, Maluku Tengah 31 jemaah, Seram Bagian Timur 28 jemaah, dan Kabupaten Seram Bagian Barat dengan 23 jemaah.
Kabupaten Buru menyumbang 19 jemaah, Buru Selatan enam jemaah, Kepulauan Aru lima jemaah, dan Kepulauan Tanimbar dua jemaah. Sementara itu, Kabupaten Maluku Barat Daya tidak memiliki calon jemaah haji pada tahun ini.
Petugas pendamping yang akan menyertai ratusan calon jemaah haji Maluku ke Tanah Suci berjumlah dua orang.
Ratusan calon jemaah haji Maluku ini akan dibagi dalam dua kloter penerbangan, yaitu kloter 24 dan 26. Kloter pertama dijadwalkan diberangkatkan dari Bandara Pattimura Ambon menuju Bandara Sultan Hasanudin, Makassar, pada 7 Mei 2026. Kloter kedua akan menyusul sehari kemudian, pada 8 Mei 2026.
Menurut Kasrul, setibanya di Bandara Sultan Hasanudin, Makassar, calon jemaah haji Maluku akan menjalani transit untuk pemeriksaan dokumen. Setelah proses tersebut selesai, mereka akan langsung diterbangkan ke Arab Saudi pada tanggal 8 dan 9 Mei 2026.
“Kita sekarang embarkasi antara jadi tidak lagi singgah di asrama haji di Makassar, hanya transit di bandara untuk pemeriksaan dokumen kemudian langsung terbang ke Arab Saudi,” jelasnya.
Dominasi Lansia dalam Kloter Haji Maluku
Mayoritas calon jemaah haji Maluku yang akan diberangkatkan tahun ini adalah lansia. PPIH Maluku bersama pihak terkait telah melakukan identifikasi mendalam terhadap setiap calon jemaah, termasuk pengelompokan usia dan kondisi kesehatan.
“Jadi kondisi jemaah haji ini yang lansia itu kurang lebih hampir 300 orang. Sudah dibagi kelompok ya, yang punya risiko tinggi yang menggunakan kursi roda itu sudah diidentifikasi semua dan sejauh ini semua siap berangkat,” ungkap Kasrul.
Kasrul menambahkan, sehari sebelum keberangkatan ke Bandara Hasanudin Makassar, ratusan jemaah haji Maluku akan ditampung terlebih dahulu di asrama haji Waiheru, Kota Ambon.
“Kami berharap kepada keluarga saat calon haji sudah masuk di asrama haji Waiheru agar berikan waktu untuk mereka beristirahat jangan sampai diganggu lagi, karena besoknya langsung mereka terbang. Ibadah haji ini butuh fisik yang kuat jadi jangan sampai mereka diganggu,” tutupnya.






