Regional

Jembatan Putus akibat Banjir di Jasinga Bogor, Akses Warga dan Anak Sekolah Terganggu

Advertisement

BOGOR, KOMPAS.com – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, menyebabkan putusnya Jembatan Cibogo di Desa Barengkok. Peristiwa ini berdampak signifikan terhadap aktivitas harian warga, termasuk anak-anak sekolah yang kini kesulitan mengakses fasilitas pendidikan mereka.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, jembatan tersebut terputus pada Sabtu (18/4/2026). “Karena hujan dengan intensitas tinggi yang cukup lama mengakibatkan aliran anak Kali Cipangaur meluap menyebabkan akses Jembatan Cibogo terputus,” jelas Adam dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Jembatan Cibogo yang memiliki panjang sekitar 6 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 3 meter itu kini tidak dapat dilalui oleh pejalan kaki maupun kendaraan. Warga terpaksa menggunakan jembatan darurat dari bambu yang berjarak kurang lebih 150 meter dari lokasi jembatan yang rusak. Jembatan bambu ini hanya dapat digunakan untuk lalu lintas pejalan kaki.

Akses Warga dan Anak Sekolah Terganggu

Camat Jasinga, Santoso, mengonfirmasi bahwa Jembatan Cibogo merupakan akses vital bagi warga, khususnya anak-anak sekolah SDN 02 Barengkok dan para petani yang hendak menuju kebun mereka. “Betul, sudah dilaporkan ke Pemda dan juga sudah dicek langsung kemarin. Jembatan itu penghubung warga ke kebun dan sekolahan,” ujar Santoso saat dikonfirmasi.

Akibat putusnya jembatan tersebut, warga harus menempuh jalur alternatif yang jaraknya cukup memutar. “Ada akses jalan lain berputar, tapi agak jauh 2 kilometeran setahu saya,” tambah Santoso.

Advertisement

Lima Jembatan Rusak Akibat Banjir

Bencana banjir yang terjadi pada akhir pekan lalu tidak hanya merusak Jembatan Cibogo. Tercatat ada empat jembatan penghubung warga lainnya yang juga terputus akibat terjangan luapan banjir.

“Yang putus atau rusak berat 5 (jembatan),” terang Adam Hamdani.

Santoso berharap agar jembatan yang rusak dapat segera diperbaiki untuk memulihkan aktivitas normal warga. “Koordinasi dinas teknis sudah, bahkan sudah dicek langsung. Mudah-mudahan ada penanganan cepat dari dinas tersebut, termasuk juga jembatan-jembatan yang roboh di Desa Pangaur,” tuturnya.

Advertisement