— YOGYAKARTA — Calon jemaah haji asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, didominasi oleh lansia dengan usia di atas 50 tahun. Kondisi ini mendorong imbauan agar para calon jemaah secara aktif menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga ringan.

“Kebugaran tubuh harus terus dijaga dengan olahraga ringan seperti jalan kaki. Jangan yang berat-berat agar tidak kelelahan,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gunungkidul, Taufik Ahmad Sholeh, saat dihubungi wartawan melalui telepon pada Jumat (24/4/2026).

Imbauan tersebut disampaikan mengingat mayoritas dari 354 calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat tahun ini berusia di atas 50 tahun. Rinciannya, terdapat sepuluh jemaah berusia 81-90 tahun, 29 jemaah berusia 71-80 tahun, 96 jemaah berusia 61-70 tahun, dan 138 jemaah berusia 51-60 tahun. Sementara itu, sebanyak 81 jemaah lainnya berusia antara 17-50 tahun.

“Mayoritas jemaah merupakan orang lanjut usia dengan di atas 50 tahun,” kata Taufik.

Persiapan Matang Menuju Tanah Suci

Kepala Fungsional Umum di pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Gunungkidul, Tomi Adhe Krisna, memastikan seluruh persiapan terkait keberangkatan jemaah telah rampung dilakukan.

Para calon jemaah juga telah menyelesaikan vaksinasi meningitis dan polio di Dinas Kesehatan Gunungkidul pada 31 Maret 2026, yang merupakan salah satu syarat wajib untuk pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, aspek administrasi seperti kepemilikan paspor dan visa dari Pemerintah Arab Saudi telah terpenuhi. Mereka juga telah mengikuti rangkaian manasik haji.

Secara total, sebanyak 360 orang akan berangkat ke Tanah Suci. Angka ini mencakup calon jemaah haji dan para pendamping yang tergabung dalam Kloter 10 YIA. Rencananya, rombongan ini akan diberangkatkan pada 3 Mei 2026.

“Mudah-mudahan semua lancar,” harap Tomi.