Akses.co.id — Bek Arsenal, William Saliba, menyerukan ketenangan dan perjuangan tanpa henti menjelang bentrokan krusial melawan Newcastle United di Stadion Emirates, Sabtu (25/4/2026). Pernyataan bek asal Prancis ini sejalan dengan pandangan manajer Mikel Arteta yang mengibaratkan lima laga sisa Arsenal di Liga Inggris musim 2025-2026 sebagai “final”.
Untuk menjaga asa juara, Arsenal dituntut meraih kemenangan di setiap pertandingan sisa, sembari berharap Manchester City terpeleset. Saliba menekankan pentingnya menjaga momentum dan persatuan tim.
Perjuangan Harus Dimaksimalkan
Saliba mengingatkan bahwa momentum juara bisa lenyap dalam sekejap jika tim tidak berhati-hati. Ia menyerukan agar seluruh elemen di klub, mulai dari pemain, staf, hingga para pendukung, bersatu padu memaksimalkan waktu yang ada.
“Sekarang kita harus maju, dan kita membutuhkan semua orang: para pendukung, tim, staf, semua orang, karena kita harus melakukannya sekarang. Setelah itu, sudah terlambat,” ujar Saliba, dikutip dari situs resmi Arsenal.
Ia menambahkan, “Ketika musim berakhir, sudah terlambat; Anda harus memulai musim berikutnya. Sekaranglah saatnya. Anda harus memberikan segalanya dan berjuang sampai akhir di lapangan.”
Pemain tim nasional Prancis ini tak menampik kekecewaan atas kekalahan dari Manchester City pada pekan sebelumnya. Namun, ia melihat laga melawan Newcastle sebagai kesempatan emas untuk bangkit.
“Pertandingan terakhir kami ingin menang, dan kami tidak berhasil. Tapi ini belum berakhir. Sekarang kami tahu apa yang akan kami hadapi, dan kami tahu apa yang harus kami lakukan jika ingin memenangkan liga. Kami harus memulainya pada hari Sabtu,” tegasnya.
Saliba juga menyambut baik tekanan yang menyertai persaingan papan atas. “Kami memiliki tekanan yang baik karena ketika Anda bermain sepak bola, Anda ingin memainkan pertandingan seperti ini. Kami siap untuk itu,” tandasnya.
Tekad Akhiri Puasa Gelar
Setelah jeda singkat untuk merefleksikan kekalahan, Saliba kini siap kembali beraksi dengan tekad bulat untuk mengakhiri penantian 22 tahun Arsenal di Liga Primer Inggris. Ia mengakui bahwa impian meraih gelar juara kerap menghampiri dalam benaknya.
“Ketika Anda hampir mencapai impian Anda, terkadang saat tidur, Anda memikirkannya. Kami memiliki Liga Champions, Liga Premier, jadi tentu saja Anda tidak bisa memikirkan hal lain,” tuturnya.
Sejak terakhir kali menjuarai Liga Primer pada tahun 2004, Arsenal belum pernah lagi mengangkat trofi tersebut. Bagi Saliba, gelar ini memiliki makna mendalam, terutama setelah empat musim terakhir selalu finis di posisi kedua.
“Kami belum memenangkan Liga Primer sejak 2004. Sudah cukup lama. Ini sangat berarti bagi kami dan bagi saya pribadi,” ungkapnya.
“Saya sudah berada di sini selama empat tahun dan selalu finis di posisi kedua. Jika kami bisa mengubahnya musim ini, itu akan menjadi kesuksesan besar bagi kami dan bagi saya. Saya yakin kami akan melakukannya,” tutup Saliba penuh keyakinan.
Ikuti Akses.co.id
