— Wilayah barat laut Spanyol, khususnya di sebuah gua bernama Cova Eirós di Galicia, menyimpan bukti mengejutkan mengenai keberlangsungan hidup spesies Neanderthal di masa-masa akhir mereka. Berbeda dengan keyakinan sebelumnya yang menyatakan kepunahan Neanderthal di wilayah utara Semenanjung Iberia lebih awal akibat perubahan iklim ekstrem, penemuan terbaru menunjukkan bahwa sekelompok kecil Neanderthal berhasil bertahan hingga 39.000 tahun lalu di sebuah gua yang juga dihuni oleh beruang gua.

Selama ini, para ilmuwan beranggapan bahwa transformasi lanskap hutan menjadi padang rumput kering menjadi penyebab utama terputusnya rantai makanan Neanderthal di kawasan tersebut. Namun, analisis terhadap peralatan batu dari industri Mousterian, yang merupakan ciri khas teknologi Neanderthal, serta temuan sisa-sisa mamalia kecil di Gua Cova Eirós, mengkonfirmasi keberadaan spesies ini hingga 39.000 tahun lalu.

Temuan ini mengubah pandangan mengenai peta sejarah kepunahan Neanderthal. Galicia, berkat kondisi lingkungannya yang masih memiliki hutan lebat, ternyata berfungsi sebagai “refugia” atau kawasan perlindungan bagi Neanderthal di saat wilayah sekitarnya telah berubah drastis.

“Neanderthal terakhir bertahan hidup di situs ini antara 42.000 hingga 39.000 tahun yang lalu karena kondisi lingkungan yang menguntungkan di area ini, yang berfungsi sebagai tempat perlindungan,” ungkap tim peneliti dalam studi yang diterbitkan di jurnal Quaternary International, seperti dikutip IFL Science.

Berbagi Tempat Tinggal dengan Beruang Gua

Bukti arkeologis yang ditemukan di Gua Cova Eirós mengindikasikan bahwa Neanderthal mendiami gua ini secara sporadis dan dalam jangka waktu yang tidak lama. Pola hunian yang bergantian menjadi catatan menarik dari situs ini. Gua tersebut tidak hanya menjadi tempat singgah bagi manusia purba, tetapi juga merupakan lokasi hibernasi utama bagi beruang gua raksasa.

“Pentingnya habitat ini sangat mendasar bagi kelompok Neanderthal di Semenanjung Iberia, di mana mereka lebih memilih menempati lembah berhutan dibandingkan area terbuka yang kering dengan sumber daya terbatas,” tambah para penulis studi.

Bertahan di Tengah Dominasi Homo Sapiens

Secara kronologis, temuan di Cova Eirós memiliki signifikansi yang besar. Jejak pendudukan Neanderthal di situs ini lebih muda dibandingkan waktu hilangnya teknologi Mousterian di wilayah utara Iberia lainnya. Lebih lanjut, penemuan ini bahkan lebih baru daripada kemunculan awal peralatan Aurignacian, yang menjadi indikator kehadiran Homo sapiens di kawasan tersebut.

Hal ini menyiratkan bahwa Neanderthal masih mampu bertahan di lembah-lembah tersembunyi Galicia pada saat yang bersamaan ketika mereka diperkirakan telah punah atau tergantikan oleh manusia modern. Kondisi ini menggambarkan perjuangan keras spesies yang pernah mendominasi tersebut di ambang kepunahan, mencari sisa-sisa hutan untuk bertahan hidup beberapa milenium lebih lama dari perkiraan para ahli.