— Agnes Aditya Rahajeng memenangkan mahkota Puteri Indonesia 2026 setelah menyampaikan pilihan hidup yang tegas di hadapan dewan juri. Dalam sesi tanya jawab babak empat besar, Agnes memilih untuk mendampingi ibunya yang sedang sakit dibandingkan mengejar kesempatan beasiswa ke luar negeri. Keputusan ini tidak hanya menunjukkan nilai personalnya, tetapi juga menjadi poin krusial yang mengantarkannya pada kemenangan.

Pertanyaan yang menguji prioritas hidup para finalis diajukan oleh Dewan Penasihat Yayasan Puteri Indonesia sekaligus juri, Putri Kus Wisnu Wardani. Para finalis diminta untuk memilih antara melanjutkan pendidikan melalui beasiswa di universitas ternama dunia atau menemani ibu yang kondisi kesehatannya sedang tidak baik. Situasi ini menjadi ujian emosional dan rasional bagi peserta, mengingat kedua pilihan tersebut memiliki dampak besar bagi masa depan.

Menjawab dengan penuh keyakinan, Agnes menyatakan pilihannya untuk keluarga. “Saya akan memilih ibu saya, karena bagi saya, kesempatan akan selalu datang tapi hidup ini hanya sekali. Semua yang ditakdirkan untuk kita, tidak akan lepas dari kita,” ujar Agnes, seperti dikutip dari siaran langsung Up Now Media, Sabtu (25/4/2026). Ia menegaskan bahwa mimpi, beasiswa, dan karier masih bisa diraih di waktu lain, sementara kebersamaan dengan keluarga memiliki nilai yang tak tergantikan. “Mimpi, beasiswa, karier, akan selalu bisa diraih lagi, tapi waktu bersama keluarga itu jauh lebih berharga,” tambahnya.

Pengorbanan Ibu Jadi Alasan Utama

Perempuan berusia 26 tahun ini juga mengungkapkan kedekatannya dengan sang ibu yang hadir menyaksikan langsung di antara penonton. Agnes menyadari bahwa ibunya kemungkinan besar akan mendorongnya untuk tetap mengejar impian. “Aku tahu ibuku ada di antara penonton sekarang dan dia pasti akan meminta aku untuk memprioritaskan diriku sendiri dan mengejar mimpiku dalam karier maupun beasiswa,” tutur Agnes.

Namun, bagi Agnes, perjalanan hingga ke panggung Puteri Indonesia tidak lepas dari peran dan pengorbanan ibunya. “Tapi aku tahu bahwa pengorbanan ibukulah yang membawa aku ke panggung ini sekarang. Itulah mengapa aku memilih ibuku,” terangnya. Pernyataan ini mencerminkan rasa hormat dan penghargaan mendalam terhadap keluarga, yang kemudian menjadi nilai kuat dalam penilaian dewan juri.

Resmi Menyandang Mahkota Puteri Indonesia 2026

Keputusan dan ketegasan Agnes dalam menjawab pertanyaan tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya meraih gelar Puteri Indonesia 2026. Ia berhasil menyisihkan 44 finalis lainnya dari seluruh Indonesia dalam malam puncak yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (25/4). Mahkota Borobudur resmi disematkan kepada wakil asal Banten itu sebagai simbol kemenangan sekaligus amanah baru.

Selain gelar utama, Agnes juga meraih penghargaan Busana Tradisional Terbaik. Kostum yang dikenakannya mengusung konsep badak bercula satu, ikon khas Banten, dengan tajuk “The Goddess of Maheswari Kulon”. Kostum ini terinspirasi dari keindahan Ujung Kulon dan menggambarkan sosok penjaga hutan yang memadukan kelembutan serta kekuatan.

Empat Pemenang dan Apresiasi Pendidikan

Ajang Puteri Indonesia 2026 juga menetapkan tiga pemenang utama lainnya. Victoria Titisari Kosasih dari Bali dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Karina Moudy Widodo dari DKI Jakarta 3 sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2026, dan Gisela Belicia Alma Thesalonica dari DKI Jakarta 2 sebagai Puteri Indonesia Pendidikan 2026.

Sebagai bentuk apresiasi, keempat pemenang utama mendapatkan beasiswa pendidikan jenjang S2 dan S3 dari Universitas Indonesia. Kisah Agnes tidak hanya menjadi sorotan karena kemenangannya, tetapi juga karena pesan kuat tentang pentingnya keluarga di tengah ambisi dan peluang global yang terbuka lebar.