Tekno

Jawaban Samsung untuk Kebutuhan AI yang “Membumi”

Advertisement

Pergeseran cara generasi muda menggunakan smartphone kini melampaui sekadar komunikasi. Perangkat ini telah menjelma menjadi medium krusial untuk bekerja, berekspresi, hingga mewujudkan ide-ide kreatif secara instan. Menanggapi tren ini, produsen smartphone berlomba mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun, di tengah persaingan spesifikasi, President Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menekankan pentingnya relevansi fitur AI bagi keseharian pengguna.

“Teknologi terbaik bukan yang paling canggih, tetapi yang paling relevan, dan itulah yang kami wujudkan melalui Awesome Intelligence,” ungkap Harry Lee dalam keterangan resminya, Rabu (22/4/2026). Filosofi ini mendasari Samsung dalam merancang lini ponsel kelas menengah terbarunya, Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G.

Pendekatan “Awesome Intelligence” Samsung

Melalui tajuk “Awesome Intelligence”, Samsung berupaya menyajikan fitur AI yang fungsional dan bekerja secara alami dalam ritme hidup pengguna, bukan sekadar pelengkap spesifikasi. Pendekatan ini diterapkan pada dua perangkat terbaru seri Galaxy A.

Galaxy A57 5G: AI untuk Produktivitas Harian

Untuk memfasilitasi pengguna dengan ritme kerja dan mobilitas tinggi, Samsung menghadirkan Galaxy A57 5G. Secara fisik, perangkat ini diklaim memiliki profil bodi paling tipis dan ringan di keluarga Galaxy A Series saat ini, didukung sistem manajemen suhu yang ditingkatkan.

Fokus utama Galaxy A57 5G adalah integrasi AI untuk menunjang efisiensi kerja. Samsung menyematkan beberapa fitur cerdas yang berfokus pada produktivitas praktis, salah satunya adalah Voice Transcription. Fitur ini, yang pertama kali hadir di lini Galaxy A, mampu mengubah rekaman audio menjadi teks sekaligus menerjemahkannya, bahkan beroperasi secara offline.

Selain itu, terdapat alat bantu AI visual dan teks seperti Circle to Search, AI Select, dan Read Aloud. Pengalaman AI ini didukung oleh sistem operasi yang memungkinkan Seamless Action Across Apps. Sistem ini dirancang untuk mereduksi jeda saat pengguna beraktivitas, seperti berpindah mulus dari mencari informasi di peramban, membuat catatan, menyetel pengingat, hingga membalas pesan.

Advertisement

Galaxy A37 5G: Menyederhanakan Kreasi Konten Visual

Sementara itu, Galaxy A37 5G diposisikan bagi pengguna yang lebih berfokus pada kreasi visual. Samsung mengistilahkan tren di kalangan generasi muda saat ini sebagai extended creativity, di mana ide mengalir cepat dan membutuhkan perangkat yang sigap untuk merangkum dan mengolahnya.

Untuk memangkas waktu pengeditan, perangkat ini dibekali fitur manipulasi foto berbasis AI seperti Edit Suggestion dan Object Eraser. Fitur ini mempermudah pengguna melakukan koreksi visual, seperti menghapus objek latar belakang yang tidak diinginkan, secara praktis tanpa memerlukan aplikasi tambahan.

Optimalisasi perangkat lunak ini juga diterapkan pada kemampuan kamera secara umum, khususnya pada pemrosesan foto potret dan fitur nightography (fotografi malam hari), guna menghasilkan gambar yang lebih matang dan siap dibagikan ke media sosial.

Dukungan Perangkat Lunak Jangka Panjang

Dalam pernyataannya, Harry Lee turut menekankan bahwa teknologi yang relevan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dalam jangka waktu yang lama. Sejalan dengan hal tersebut, Samsung memberikan perpanjangan masa pembaruan sistem operasi (software update) untuk Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G hingga 6 generasi.

Langkah ini merupakan komitmen perusahaan untuk menjaga umur pakai dan relevansi perangkat di tengah kebutuhan perangkat lunak yang terus berkembang. Dengan demikian, fitur-fitur kecerdasan buatan premium yang mulanya identik dengan ponsel flagship dapat diakses oleh basis pengguna yang lebih luas untuk jangka waktu yang panjang.

Advertisement