— SURABAYA, KOMPAS.com – Sejauh ribuan kilometer dari tanah kelahiran, dua peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 rela menempuh perjalanan udara demi mengikuti ujian di Universitas Airlangga (Unair). Kesya Arnelita Ilham dari Sulawesi Tenggara dan Bintang Destriana Rante Kombong Padondan dari Kalimantan Timur menjadi bukti nyata antusiasme calon mahasiswa dari luar Jawa untuk meraih kursi di perguruan tinggi negeri favorit.

Perjuangan mereka menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer demi sebuah tes menjadi sorotan, menunjukkan betapa pentingnya impian untuk mengenyam pendidikan tinggi di kampus idaman.

Kesya Arnelita Ilham: Mimpi Kuliah di Unair dari Kendari

Kesya Arnelita Ilham, siswi MAN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara, adalah salah satu peserta yang memilih Unair sebagai lokasi ujiannya. Selama berada di Surabaya, Kesya menginap di rumah neneknya. Pengalaman pertama menginjakkan kaki di Kota Pahlawan ini disambut dengan gembira.

“Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Surabaya. Saya sangat senang bisa mengikuti UTBK di Unair karena ini adalah kampus impian saya,” ungkap Kesya, seperti dikutip dari laman resmi Unair.

Di UTBK SNBT 2026, Kesya mendaftar pada program studi Ekonomi dan Keperawatan. Persiapannya telah dimulai sejak kelas XII, dengan mengikuti bimbingan belajar dan try out daring secara rutin. Baginya, mengikuti ujian di luar daerah juga menjadi kesempatan berharga untuk menambah pengalaman baru.

Selama proses ujian, Kesya mengaku sangat nyaman dengan fasilitas yang disediakan Unair. Ia tidak mengalami kendala berarti. Dukungan penuh dari keluarga, mulai dari proses belajar hingga bimbingan belajar, menjadi penyemangat utamanya.

“Menurut saya fasilitasnya nyaman banget. Selama ujian tidak ada kendala. Saya juga mendapat dukungan penuh dari keluarga,” ujarnya.

Kesya berpesan kepada sesama pejuang UTBK untuk terus semangat dan konsisten dalam berlatih. “Semangat belajar dan sering-sering latihan try out,” pesannya.

Bintang Destriana Rante: Merantau Sejak SMA Demi Ilmu di Pulau Jawa

Cerita tak kalah menarik datang dari Bintang Destriana Rante Kombong Padondan, peserta asal Kalimantan Timur. Surabaya dipilihnya karena Program Studi Hukum Unair menjadi salah satu tujuan utamanya.

“Kesan mengikuti UTBK cukup menyenangkan dan tidak ragu. Fasilitas di UNAIR menurut saya bagus, nyaman, dan tertib,” tuturnya.

Bintang mengaku datang ke Surabaya seorang diri. Ia sudah terbiasa merantau sejak duduk di bangku SMA. Selama mengikuti UTBK, ia memilih tinggal di asrama sekolah. Dukungan penuh dari orang tua memberinya keyakinan dalam menjalani proses seleksi ini.

Minat dan cita-citanya untuk menjadi notaris di masa depan mendorongnya memilih jurusan hukum. Persiapannya menghadapi UTBK meliputi bimbingan belajar di sekolah dan try out rutin yang dijalani hingga tiga kali seminggu.

Menurut Bintang, kualitas pendidikan di Pulau Jawa menjadi daya tarik kuat untuk melanjutkan studi di Unair. “Saya ingin pendidikan yang lebih tinggi, bagus, dan bereputasi,” ujarnya.

Ia juga berbagi tips bagi peserta UTBK lainnya agar tidak terlalu tertekan saat mengerjakan soal. “Setiap mengerjakan soal, milikilah mindset ‘kerjakan, pulang, dan lupakan’. Jadi jangan terlalu dipaksakan atau merasa tertekan,” pesannya.