Akses.co.id — SURABAYA – Ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia beradu strategi dalam Surabaya Domino Tournament 2026. Ajang ini diikuti oleh 1.500 peserta yang berasal dari 17 provinsi, memperebutkan gelar juara sekaligus impian menjadi atlet profesional domino.
Bagi para pegiat domino, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah gerbang menuju karier profesional di cabang olahraga yang kian berkembang ini. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Seluruh Indonesia (PB PORDI), Andi Jamaro Dulung, menilai tingginya partisipasi peserta sebagai bukti nyata transformasi domino dari sekadar permainan pengisi waktu luang menjadi olahraga strategi yang serius.
“Keikutsertaan ribuan peserta tersebut menjadi sinyal kuat transformasi domino dari permainan pengisi waktu luang menjadi cabang olahraga strategi yang professional,” ujar Andi Jamaro Dulung pada Kamis (23/4/2026).
Penjaringan Bibit Atlet Profesional
Di setiap meja pertandingan, dominasi strategi dan ketajaman berpikir menjadi pemandangan yang tak terhindarkan. Turnamen ini dipandang sebagai sarana efektif untuk menjaring atlet-atlet potensial yang mampu mengambil keputusan cepat di bawah tekanan tinggi.
Kualitas permainan yang ditampilkan oleh para peserta menunjukkan peningkatan signifikan, mencerminkan keseriusan mereka dalam menekuni domino sebagai olahraga berbasis strategi. “Kualitas permainan yang ditampilkan peserta mencerminkan bahwa domino memiliki potensi untuk berkembang sebagai olahraga berbasis strategi yang lebih serius,” kata Andi.
Ketua Persatuan Olahraga Domino Seluruh Indonesia (PORDI) Jawa Timur, Muhammad Alyas, turut mengapresiasi kelancaran penyelenggaraan acara berkat kolaborasi yang terjalin. Ia melihat antusiasme besar dari masyarakat sebagai indikasi positif penerimaan domino di berbagai kalangan.
Peluang Karier di Industri Domino
Pihak penyelenggara, Higgs Games Island (HGI), memandang turnamen ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem domino yang berkelanjutan di Indonesia. Perwakilan HGI, Ray, menegaskan bahwa domino memiliki prospek cerah untuk menjadi jalur kompetisi profesional.
“Ke depan, domino tidak hanya menjadi ajang permainan, tetapi juga berpotensi memberikan peluang karier dan penghasilan bagi para pemain yang menekuninya,” ungkap Ray.
HGI juga menekankan pentingnya sinergi dengan organisasi resmi seperti PORDI. Kolaborasi ini diharapkan dapat membina dan mengarahkan perkembangan domino di Indonesia agar lebih terstruktur dan memiliki fondasi yang kuat di berbagai daerah.
Ikuti Akses.co.id
