— JAKARTA – Merek biskuit OREO meluncurkan program “OREO Berbagi Seru” sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan wilayah marginal. Program ini menyasar 7.000 siswa dan 1.000 guru serta orang tua di tujuh provinsi di Indonesia.

Peluncuran program ini bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional dan sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menciptakan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. OREO menggandeng Indonesia Mengajar dalam implementasi program yang menitikberatkan pada metode belajar sambil bermain.

Mariman Darto, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, mengapresiasi inisiatif OREO. Ia menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan pendidikan karakter melalui gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan menyambut baik kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk korporasi. “Kami ingin berkolaborasi dengan lebih banyak pihak, termasuk korporasi. Kami juga mendorong kolaborasi di wilayah 3T yang akses pendidikannya masih terbatas, seperti yang dilakukan OREO,” ujar Mariman dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Mariman menambahkan bahwa gerakan pendidikan karakter tersebut telah diintegrasikan ke dalam kurikulum nasional melalui pendekatan deep learning yang menekankan pembelajaran yang menyenangkan. Namun, ia mengakui masih ada tantangan dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Senada, Rita Pranawati, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, menyoroti kesenjangan akses pendidikan di Indonesia akibat kondisi geografis kepulauan. “Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memperluas akses fasilitas pendidikan, media pembelajaran, serta meningkatkan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan,” ucap Rita.

Rita juga mengutip hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-69 dari 80 negara dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains. “Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk mendorong pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan menyenangkan,” tambahnya.

Kelanjutan Inisiatif OREO

Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa “OREO Berbagi Seru” merupakan kelanjutan dari program “OREO Berbagi” yang telah dimulai sejak 2024. “OREO berkomitmen berkontribusi di bidang pendidikan sebagai bekal penting kemajuan bangsa. Melalui tema ‘OREO Berbagi Seru’, kami ingin menjembatani kesenjangan pendidikan agar siswa di berbagai daerah memiliki kesempatan setara untuk berkembang,” jelas Anggya.

Program ini bertujuan membentuk “Generasi SERU”, yaitu generasi masa depan yang memiliki karakter solutif, eksploratif, responsif, dan unggul. Anggya berharap program ini dapat mendorong pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan menyenangkan, serta melahirkan lebih banyak Generasi SERU di Indonesia.

Psikolog anak dan keluarga, Irma Gustiana, menilai bahwa perkembangan teknologi dan perubahan sosial menuntut anak memiliki keterampilan yang lebih kompleks. “Anak perlu mengembangkan kemampuan kognitif, sosial, dan emosional secara seimbang. Pendekatan belajar sambil bermain menjadi salah satu metode yang relevan untuk mendukung hal tersebut,” ujarnya.

Detail Program “OREO Berbagi Seru”

  • Target Peserta: 7.000 siswa, 1.000 guru, dan orang tua.
  • Area Implementasi: Tujuh provinsi di Indonesia, termasuk wilayah 3T dan daerah marginal.
  • Mitra: Indonesia Mengajar.
  • Fokus Kegiatan:
    • Penyediaan akses pada rangkaian kegiatan edukasi.
    • Distribusi alat pembelajaran berbasis metode belajar sambil bermain, mencakup literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris.
    • Pelibatan guru dan orang tua melalui kegiatan school roadshow untuk optimalisasi pemanfaatan alat pembelajaran.
    • Dukungan terhadap gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, khususnya pilar “Gemar Belajar”.
  • Kontribusi Konsumen: Sebagian keuntungan dari pembelian produk OREO akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung program.

Alat pembelajaran yang dikembangkan dalam program ini dirancang selaras dengan kurikulum nasional berbasis deep learning. Selain itu, OREO juga membuka partisipasi masyarakat luas untuk berkontribusi melalui pembelian produknya, di mana sebagian keuntungan akan disalurkan untuk mendukung pelaksanaan program ini.