Akses.co.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengingatkan para penumpang untuk tidak sembarangan menggunakan fasilitas stopkontak yang tersedia di dalam gerbong kereta api. Imbauan ini dilontarkan menyusul beredarnya video viral seorang penumpang yang kedapatan menggunakan kompor listrik untuk memasak mi instan, yang terhubung langsung ke stopkontak kereta.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa penggunaan stopkontak di kereta api sejatinya hanya diperuntukkan bagi perangkat elektronik dengan kebutuhan daya yang rendah. Perangkat tersebut meliputi ponsel, laptop, tablet, dan earphone.
“Selain gadget, penumpang tidak diperbolehkan menggunakan stopkontak di kereta api untuk keperluan lainnya seperti alat elektronik rumah tangga,” ujar Luqman kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2026).
Potensi Gangguan Sistem Kelistrikan
Luqman menjelaskan bahwa penggunaan perangkat elektronik berdaya besar sangat berpotensi mengganggu stabilitas sistem kelistrikan di dalam kereta api. Lebih jauh lagi, hal ini dapat membahayakan keselamatan perjalanan.
Berikut adalah beberapa contoh alat elektronik yang secara tegas dilarang digunakan pada stopkontak kereta:
- Hair dryer
- Catokan rambut
- Rice cooker
- Kompor listrik
- Teko listrik
- Kipas angin
Selain itu, KAI juga melarang penumpang untuk mengisi daya powerbank secara langsung melalui stopkontak kereta. Tindakan ini dikhawatirkan dapat membebani sistem kelistrikan secara berlebihan.
“Hal ini dikarenakan dapat mengganggu penumpang lainnya dan berpotensi membahayakan keselamatan serta kenyamanan perjalanan kereta api,” tambah Luqman.
Penggunaan yang Bijak dan Bertanggung Jawab
KAI mengimbau seluruh penumpang untuk dapat menggunakan fasilitas listrik yang tersedia secara bijak. Penggunaan yang dianjurkan hanya sebatas untuk kebutuhan pengisian daya gadget pribadi seperti ponsel, tablet, dan laptop.
Penggunaan listrik secara berlebihan dan bersamaan oleh banyak penumpang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kelebihan beban (overload) hingga korsleting. Kondisi ini tentu saja dapat berdampak buruk pada kelancaran perjalanan kereta api.
Lebih lanjut, Luqman meminta penumpang untuk memastikan kepala charger tidak dalam kondisi panas saat digunakan. Penumpang juga diimbau untuk segera mencabut kabel setelah daya gadget terisi penuh. Langkah pencegahan ini penting untuk menghindari potensi korsleting.
KAI juga mengingatkan agar penumpang dapat menggunakan stopkontak secara bergantian, terutama apabila ada penumpang lain yang berdekatan dan juga membutuhkan fasilitas tersebut. Hal ini untuk menjaga kenyamanan bersama.
Apabila penumpang mengalami kendala atau membutuhkan bantuan selama perjalanan, mereka dapat menghubungi kondektur yang bertugas. Informasi mengenai nomor kontak petugas tersedia di dinding setiap gerbong kereta.
Selain itu, keluhan juga dapat disampaikan melalui berbagai kanal resmi KAI, antara lain:
- Contact Center KAI
- Media sosial KAI
- Email: [email protected]
- WhatsApp: 08111-2111-121
- Telepon: (021) 121
“Kami juga berpesan kepada pelanggan untuk selalu mematuhi aturan, menjaga ketertiban, menjaga fasilitas kereta api dan stasiun karena layanan kereta api merupakan fasilitas umum,” pungkas Luqman.
Ikuti Akses.co.id
