Banjir menggenangi ruas jalan nasional Singaraja-Gilimanuk di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu (22/4/2026) malam. Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 5 hingga 25 sentimeter, menyebabkan aktivitas lalu lintas terganggu. Hingga Kamis (23/4/2026), petugas gabungan masih berupaya membersihkan material banjir dari lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir adalah tersumbatnya saluran drainase dan gorong-gorong di bawah jalan nasional. “Ada sumbatan sampah dan sedimentasi pada beberapa titik saluran drainase jalan, yang juga merupakan saluran pembuangan Subak Banyupoh, serta gorong-gorong di bawah jalan nasional,” ujar Suyasa saat dikonfirmasi pada Kamis.
Penyebab Banjir dan Langkah Darurat
Suyasa merinci, air yang meluap ke badan jalan berasal dari aliran saluran pembuangan subak yang mengalir dari arah selatan menuju jalan nasional. Kondisi ini diperparah ketika debit air meningkat. Sebagai upaya penanganan darurat, pintu air di Bendung Banyupoh dan saluran menuju areal persawahan telah ditutup sementara.
Penutupan pintu air tersebut bertujuan untuk mengurangi beban aliran air yang menuju jalan nasional. “Pembersihan sudah dilakukan hari ini untuk memperlancar aliran air agar keluar dari badan jalan nasional,” kata Suyasa. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa penanganan lebih lanjut masih sangat diperlukan.
Keterbatasan Infrastruktur dan Potensi Banjir Susulan
BPBD Kabupaten Buleleng juga menyoroti ukuran gorong-gorong di bawah jalan nasional yang dinilai terlalu kecil. Dengan diameter sekitar 50 sentimeter, gorong-gorong tersebut dinilai mudah tersumbat ketika debit air tinggi.
Suyasa menambahkan, “Perlu ada perbaikan atau pembesaran gorong-gorong agar tidak mudah tersumbat dan mampu menampung debit air yang lebih besar.” Ia juga menyebutkan bahwa pengerukan sedimen dan pembersihan saluran gorong-gorong memerlukan penanganan lebih lanjut yang belum dapat dilakukan secara keseluruhan.
Saat ini, genangan air di badan jalan nasional maupun di permukiman warga dilaporkan telah mulai surut. Namun, BPBD mengingatkan adanya potensi banjir susulan jika terjadi hujan deras atau jika pintu saluran irigasi subak kembali dibuka.
Suyasa mengimbau, “Perlu koordinasi lintas pihak untuk penanganan menyeluruh agar banjir serupa tidak terulang.”






