Akses.co.id — Pelaksana tugas Jaksa Agung Amerika Serikat, Todd Blanche, menyatakan bahwa motif pelaku penembakan dalam jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Namun, berdasarkan temuan awal, diduga pelaku menargetkan pejabat pemerintahan.
“Kami masih menyelidiki motifnya, dan itu tentu akan memakan waktu beberapa hari,” ujar Blanche kepada moderator Kristen Welker dalam program Meet the Press di NBC News pada Minggu (26/4/2026). Ia menambahkan, indikasi awal mengarah pada dugaan bahwa pelaku mengincar pejabat pemerintahan AS dalam aksi penyerangan tersebut.
“Namun itu masih sangat awal. Kami percaya dia menargetkan pejabat pemerintahan dalam upaya serangan ini,” tegasnya.
Blanche juga mengindikasikan bahwa target tersebut “kemungkinan besar” mencakup Presiden AS. Namun, ia menekankan pentingnya kehati-hatian agar tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan akhir.
“Saya ingin menahan diri agar tidak terlalu cepat menyimpulkan,” tambahnya.
Penetrasi Keamanan dan Jalur Pelaku
Selain motif, pihak berwenang juga tengah mendalami bagaimana pelaku dapat menembus sistem keamanan acara yang dijaga ketat. Blanche mengungkapkan bahwa aparat sedang memeriksa laporan yang menyebutkan pelaku kemungkinan merakit senjata di dalam hotel tempat acara berlangsung.
Ia menegaskan bahwa pelaku tidak berhasil masuk jauh ke area utama acara. “Dia hampir tidak melewati perimeter keamanan. Dan yang saya maksud hampir tidak, itu hanya beberapa kaki saja,” jelas Blanche.
Lebih lanjut, Blanche memaparkan dugaan jalur perjalanan pelaku sebelum tiba di Washington D.C. Penyidik meyakini pelaku kemungkinan besar melakukan perjalanan dari Los Angeles ke Chicago, lalu dari Chicago ke Washington D.C. menggunakan kereta api, sebelum akhirnya menginap di hotel lokasi acara.
Blanche memastikan bahwa pelaku akan segera didakwa secara resmi di pengadilan Washington D.C. pada Senin (27/4/2026) waktu setempat.
Sorotan Terhadap Keamanan Acara
Insiden ini memicu pertanyaan serius mengenai keamanan acara yang dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump, pejabat tinggi pemerintahan, dan ratusan jurnalis. Aparat masih terus mendalami bagaimana pelaku dapat mendekati lokasi dengan membawa senjata, meskipun area tersebut memiliki pengamanan berlapis.
Lebih dari 10 jam pasca insiden penembakan, sejumlah fakta awal mulai terungkap terkait peristiwa yang menyebabkan Presiden Donald Trump dan para tamu dievakuasi secara mendadak dari lokasi acara.
Dikutip dari BBC, saat tembakan terdengar, Trump segera diamankan oleh Secret Service, sementara para tamu berlindung di bawah meja dan jurnalis mulai melaporkan situasi dari dalam ruangan.
Pertanyaan juga muncul terkait ketatnya pengamanan acara tahunan yang dihadiri pejabat tinggi dan ratusan jurnalis tersebut. Presiden Trump sendiri menyebut bahwa para pelaku penyerangan biasanya mengincar “nama-nama besar” yang dianggap memiliki dampak signifikan.
Ia mengaku sempat ingin tetap menghadiri acara, namun akhirnya mengikuti arahan aparat keamanan untuk kembali ke Gedung Putih.
Pelaku, yang diidentifikasi media AS sebagai Cole Tomas Allen (31) dari Torrance, California, disebut dalam beberapa laporan telah mengakui kepada aparat bahwa ia menargetkan pejabat pemerintahan Trump. Meskipun demikian, kepolisian menegaskan bahwa motif pasti masih dalam penyelidikan.
Insiden ini juga menyoroti prosedur keamanan acara. Salah seorang jurnalis BBC yang berada di lokasi menyebutkan bahwa tidak ada pemeriksaan identitas yang dilakukan secara ketat.
Ikuti Akses.co.id
