Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memadamkan lampu yang tidak diperlukan selama satu jam pada Sabtu, 25 April 2026, sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi. Aksi bertajuk “pengurangan emisi karbon” ini dijadwalkan berlangsung dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB dan akan mencakup lima wilayah kota.
Pemadaman akan menyasar berbagai bangunan dan fasilitas, mulai dari gedung swasta, komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, hingga apartemen. Sejumlah jalan protokol dan arteri juga akan terdampak. Namun, fasilitas vital seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik dikecualikan dari kebijakan ini.
Keputusan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta pada Rabu, 22 April 2026. “Bersama Pemprov DKI Jakarta, kita lakukan pengurangan emisi karbon di Jakarta dengan mematikan lampu selama satu jam. Pemadaman lampu di Jakarta, akan dilakukan pada sejumlah jalan dan gedung di berbagai wilayah,” demikian pernyataan akun tersebut.
Jalan Protokol dan Arteri yang Terdampak
Berikut adalah daftar ruas jalan di lima wilayah Jakarta yang akan mengalami pemadaman listrik:
Jakarta Pusat
- Jl. Sudirman (Dukuh Atas hingga Gedung Sampoerna Strategic)
- Jl. MH Thamrin
- Kawasan Jl. Medan Merdeka (Medan Merdeka Utara, depan Istana Presiden)
- Jl. Gerbang Pemuda – Jl. Asia Afrika
- Halaman Kantor Balai Kota
- Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
Jakarta Utara
- Jl. Yos Sudarso
- Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Utara
- Jl. Perintis Kemerdekaan
Jakarta Barat
- Jl. Daan Mogot
- Jl. Kembangan Raya (depan Kantor Wali Kota Jakarta Barat)
- Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Barat
Jakarta Timur
- Jl. Dr. Sumarno
- Jl. Perintis Kemerdekaan
- Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Timur
Jakarta Selatan
- Jl. Prapanca Raya
- Jl. Gerbang Pemuda – Jl. Asia Afrika
- Jl. Sudirman (Gedung Sampoerna Strategic hingga Patung Pemuda)
- Gedung Wali Kota Jakarta Selatan
- Jl. Rasuna Said
Ikon Kota Ikut Padam
Selain jalan-jalan tersebut, beberapa bangunan dan ikon kota juga akan ikut dalam aksi pemadaman. Di antaranya adalah Gedung Balai Kota, Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda, Patung Pahlawan, dan Patung Jenderal Sudirman.
Langkah serupa pernah dilakukan Pemprov DKI Jakarta pada 26 April 2025. Kala itu, aksi tersebut tercatat berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 439,76 megawatt hour (MWh). Penghematan ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp 636 juta, serta penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 365,53 ton CO2.
Pemerintah berharap melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dapat meningkat. Selain itu, diharapkan partisipasi publik dalam upaya menurunkan emisi dapat mendorong terwujudnya masa depan Jakarta yang lebih berkelanjutan.






