Akses.co.id — Pemerintah Italia secara tegas menolak usulan utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyarankan agar Italia menggantikan Iran dalam gelaran Piala Dunia 2026. Usulan tersebut, yang diajukan oleh Paolo Zampolli, mantan utusan Trump, kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), muncul di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Utara, meliputi Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, mulai Juni 2026. Iran, yang telah lolos ke empat edisi Piala Dunia berturut-turut, dipastikan menjadi salah satu kontestan. Sementara itu, Italia justru harus tersingkir dalam fase kualifikasi dalam tiga gelaran terakhir, termasuk untuk turnamen tahun ini.
Penolakan Tegas dari Pejabat Italia
Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menyatakan bahwa usulan tersebut sama sekali tidak pantas. “Itu tidak pantas. Kualifikasi ditentukan di lapangan,” tegas Abodi, seperti dikutip dari Euronews, Kamis (23/4/2026). Ia menambahkan bahwa perubahan kebijakan semacam itu oleh FIFA “tidak mungkin dilakukan”.
Senada dengan Abodi, Menteri Ekonomi Italia Giancarlo Giorgetti memberikan tanggapan singkat namun tegas, “Saya akan malu.”
Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, juga menilai usulan tersebut tidak realistis. “Untuk bisa lolos ke Piala Dunia, Anda harus mendapatkannya dengan usaha,” tutur Buonfiglio, dilansir dari Al Jazeera, Kamis (23/4/2026). Ia mengaku akan merasa tersinggung jika Italia bisa berlaga di Piala Dunia tanpa melalui proses kualifikasi yang semestinya.
Pelatih ternama asal Italia, Gianni De Biasi, bahkan menyebut usulan itu tidak masuk akal. Menurutnya, jika ada tim yang harus digantikan, posisinya secara logis akan diisi oleh tim yang berada di peringkat lebih rendah dalam babak kualifikasi. “Selain itu, saya yakin Italia tidak membutuhkan dukungan Trump dalam masalah seperti ini. Saya rasa kami bisa mengatasinya sendiri,” paparnya.
FIFA dan Iran Tegaskan Partisipasi
FIFA sendiri telah memberikan respons terhadap usulan tersebut dengan merujuk pada pernyataan Presiden Gianni Infantino sebelumnya. “Tim Iran pasti akan datang,” ujar Infantino pekan lalu. Ia menekankan bahwa olahraga seharusnya terlepas dari politik. “Mereka benar-benar ingin bertanding, dan mereka memang seharusnya bertanding.”
Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, juga memastikan kesiapan timnya. “Kami sedang mempersiapkan dan mengatur segala sesuatunya untuk Piala Dunia, tetapi kami tunduk pada keputusan pihak berwenang. Untuk saat ini, keputusannya adalah agar tim nasional benar-benar siap menghadapi Piala Dunia,” jelas Taj.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Iran melalui juru bicaranya, Fatemeh Mohejerani, turut mengonfirmasi kesiapan tim nasional. “Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengumumkan bahwa tim nasional sepak bola kita telah sepenuhnya siap untuk berlaga di Piala Dunia 2026 di AS, atas perintah menteri,” ungkap Mohejerani.
Motivasi di Balik Usulan
Paolo Zampolli, yang mengajukan usulan tersebut, mengaku memiliki alasan pribadi. Sebagai orang Italia asli, ia mengungkapkan keinginannya untuk melihat timnas Italia berlaga di Piala Dunia yang diselenggarakan di AS. “Saya menegaskan bahwa saya telah mengusulkan kepada Trump dan (Presiden FIFA Gianni) Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” kata Zampolli.
“Sebagai orang Italia asli, melihat Azzurri berlaga di turnamen yang diselenggarakan di AS akan menjadi impian bagi saya,” lanjutnya. Ia juga berargumen bahwa dengan empat gelar juara Piala Dunia, Italia memiliki prestasi yang cukup untuk membenarkan partisipasi mereka di turnamen sepak bola terbesar itu.
Ikuti Akses.co.id
