JAKARTA – Italia menegaskan sikapnya tidak tertarik untuk menggantikan Iran dalam gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Penolakan tegas ini dilontarkan menyusul adanya usulan dari utusan khusus pemerintahan Donald Trump yang meminta Italia bersiap jika Iran batal tampil.

Usulan tersebut, sebagaimana dilaporkan Associated Press pada Jumat (24/4/2026), muncul di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Namun, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah menegaskan bahwa jadwal turnamen tetap berjalan sesuai rencana, termasuk pertandingan fase grup yang dijadwalkan di Los Angeles dan Seattle pada Juni 2026.

“Pertandingan akan tetap berlangsung sesuai rencana,” demikian pernyataan resmi FIFA, menepis spekulasi yang berkembang.

Absen Tiga Kali Beruntun, Italia Ogah Jadi Pengganti

Bagi Italia, absen di Piala Dunia 2026 merupakan yang ketiga kalinya secara beruntun setelah gagal memenuhi syarat dalam babak kualifikasi. Tim berjuluk Azzurri ini hanya mampu menempati posisi kedua grup di bawah Norwegia, sebelum akhirnya tersingkir melalui drama adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina pada laga final play-off.

Situasi inilah yang kemudian memicu spekulasi mengenai kemungkinan Italia menggantikan Iran, terutama jika ada potensi boikot terkait dinamika politik global.

Usulan “Ide Buruk dan Memalukan”

Wacana penggantian pemain ini bermula dari laporan Financial Times yang menyebutkan bahwa utusan khusus AS, Paolo Zampolli, telah mengajukan skenario tersebut kepada Presiden Trump dan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Zampolli mengklaim usulannya bukan bermuatan politik, melainkan sebagai rencana cadangan.

“Permintaan saya bukanlah permintaan politik, melainkan skenario darurat jika Iran tidak dapat berpartisipasi di menit akhir,” ujar Zampolli, menambahkan bahwa gagasan tersebut merupakan bentuk harapan.

“Saya bermimpi. Permintaan saya adalah untuk rakyat Italia dan rakyat Amerika keturunan Italia,” tambahnya.

Namun, usulan tersebut langsung disambut dingin oleh para pejabat Italia. Menteri Olahraga Andrea Abodi dengan tegas menyatakan bahwa pertukaran tersebut tidak mungkin terjadi dan menyebutnya sebagai ide yang buruk.

“Pertama-tama, itu tidak mungkin. Kedua, itu bukan ide yang bagus,” tegas Abodi.

Penolakan senada juga disampaikan oleh Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio. Ia menekankan bahwa partisipasi di Piala Dunia harus diraih melalui proses yang sah.

“Saya akan merasa tersinggung. Anda harus pantas untuk pergi ke Piala Dunia,” tuturnya.

Bahkan, Menteri Keuangan Italia Giancarlo Giorgetti tak segan menyebut gagasan tersebut sebagai sesuatu yang “memalukan”, sekaligus menutup polemik yang sempat mengemuka di kancah olahraga internasional.