— Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tidak akan terlibat dalam negosiasi dengan Amerika Serikat selama masih berada di bawah tekanan dan ancaman. Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, seperti dilaporkan media pemerintah Iran, IRIB.

Menurut Pezeshkian, tindakan AS saat ini merusak kepercayaan dan justru mempersulit jalan menuju dialog. Ia menekankan bahwa kemajuan dalam negosiasi akan tetap sulit dicapai kecuali tindakan permusuhan dan tekanan operasional dari Washington dihentikan.

“Washington harus terlebih dahulu menghilangkan hambatan operasional, termasuk blokade (terhadap kapal-kapal yang berlayar ke/dari pelabuhan Iran),” ujar Pezeshkian, mengutip CNN pada Minggu (26/4/2026).

Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meyakinkan Pezeshkian bahwa Islamabad berkomitmen untuk terus berperan sebagai jembatan diplomasi dalam upaya pembicaraan damai.

“(Pakistan) akan melanjutkan upaya tulus dan jujurnya untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan regional,” demikian pernyataan resmi dari Kantor Perdana Menteri Pakistan mengenai percakapan telepon tersebut.

Melalui unggahan di platform X, Sharif juga menyampaikan apresiasinya atas keputusan Iran untuk mengirim delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi ke Islamabad. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan pembicaraan yang diharapkan dapat mengakhiri perang.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, setelah dari Islamabad, melanjutkan perjalanannya dan tiba di Muscat, Oman, pada Sabtu (25/4/2026) untuk melanjutkan pembicaraan regional.

Iran Sampaikan Rencana Akhiri Perang ke Pakistan

Iran telah membagikan sebuah kerangka kerja yang dapat diterapkan kepada Pakistan dengan tujuan mengakhiri perang secara permanen. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (25/4/2026).

Dikutip dari Anadolu pada Minggu (26/4/2026), Araghchi menyatakan dalam unggahan di X setelah kunjungan ke Pakistan bahwa diskusi difokuskan pada upaya memulihkan stabilitas dan mengakhiri konflik.

“Kami membahas posisi Iran terkait kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang terhadap Iran secara permanen,” katanya, tanpa merinci lebih lanjut isi kerangka kerja tersebut.

Araghchi menilai kunjungannya ke Islamabad sangat bermanfaat dan memuji peran Pakistan dalam memfasilitasi dialog untuk membantu mengembalikan perdamaian ke wilayah tersebut. Namun, ia juga menyuarakan skeptisisme mengenai niat Washington.

“Kita masih harus melihat apakah AS benar-benar serius tentang diplomasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pakistan telah bertindak sebagai perantara antara Teheran dan Washington di tengah ketegangan yang terus berlanjut pasca eskalasi militer baru-baru ini. Namun, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu tiba-tiba membatalkan rencana kunjungan delegasi Washington yang terdiri dari Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan.