Akses.co.id — Teheran mengklaim bahwa sebagian besar kekuatan rudalnya belum dikerahkan secara penuh dalam eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Jenderal Reza Talaei-Nik, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, menyatakan bahwa pasukan Iran berhasil mempertahankan keunggulan di udara atas wilayah Israel selama 40 hari perang berlangsung. Ia menambahkan, “Sebagian dari kemampuan rudal kami digunakan selama perang 40 hari tersebut.” Pernyataan ini merujuk pada laporan kantor berita Tasnim News yang dikutip oleh Anadolu pada Sabtu (25/4/2026).
Dalam narasi yang disampaikan, Talaei-Nik juga mengklaim adanya penarikan mundur kapal perang musuh sejauh ratusan kilometer dari Laut Oman sebagai respons terhadap tindakan tegas militer Iran. Kondisi ini dilaporkan telah mengganggu pelayaran di Selat Hormuz secara signifikan sejak perang antara Iran, AS, dan Israel pecah pada 28 Februari 2026, yang berdampak pada gejolak pasar energi global dan kekhawatiran akan kerugian ekonomi jangka panjang.
Iran Terbuka untuk Negosiasi, Ajukan Syarat Ketat
Di tengah ketegangan militer, Pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk kembali berdialog dengan Amerika Serikat. Namun, Teheran menekankan bahwa proses diplomasi hanya dapat berjalan jika syarat-syarat yang diajukan oleh Iran dipenuhi dan dihormati oleh pihak AS.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dilaporkan telah tiba di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4/2026) malam. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Teheran untuk memperkuat koordinasi dengan negara-negara tetangga. “Teheran sedang berkoordinasi dengan tetangga-tetangganya dan (Menlu) akan melanjutkan perjalanan ke ibu kota lain seperti Moskwa dan Oman,” bunyi pernyataan resmi dari Teheran, sebagaimana dilansir Al Jazeera.
Pesan utama yang ingin disampaikan Iran melalui kunjungan diplomatik ini adalah bahwa pintu diplomasi masih terbuka. Namun, kelanjutan negosiasi dengan Washington maupun Islamabad sangat bergantung pada pemenuhan prasyarat yang telah ditetapkan, salah satunya adalah pengakhiran blokade laut oleh AS.
Utusan AS Tiba di Islamabad untuk Lanjutan Pembicaraan
Sementara itu, Amerika Serikat dilaporkan telah mengirimkan utusan khusus, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Islamabad, Pakistan. Kehadiran mereka bertujuan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran. Konfirmasi mengenai pemberangkatan kedua utusan AS ini disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (24/4/2026). Kepastian kedatangan utusan AS ini dinilai membawa angin segar untuk realisasi perundingan damai putaran kedua.
Ikuti Akses.co.id
