— Federasi sepak bola Iran menjadi satu-satunya dari 211 anggota FIFA yang absen dalam Kongres tahunan badan sepak bola dunia yang digelar di Kanada pada Kamis (30/5/2026) waktu setempat. Kendati demikian, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa Iran tetap akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kepastian ini disampaikan Infantino di tengah mencuatnya tanda tanya mengenai status partisipasi Iran, menyusul eskalasi geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. “Tentu saja, Iran akan bermain di Amerika Serikat,” ujar Infantino, mengutip BBC Sport, Jumat (1/5/2026). Ia menambahkan, “Alasannya sederhana, karena kita harus bersatu. Kita harus menyatukan orang-orang.”

Sebelumnya, delegasi federasi sepak bola Iran yang dipimpin oleh presidennya, Mehdi Taj, dijadwalkan hadir di Vancouver. Namun, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa rombongan tersebut terpaksa memutar balik di pos pemeriksaan imigrasi akibat perlakuan petugas setempat.

Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, mengindikasikan bahwa izin masuk bagi delegasi Iran telah dicabut. “Pemahaman saya adalah bahwa izin tersebut telah dicabut. Itu tidak disengaja, tetapi saya serahkan kepada menteri untuk menjelaskannya,” kata Anita. Ia menekankan, “Mengenai posisi kami terhadap Iran, dari sudut pandang diplomatik, jelas bahwa kami tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran.”

Hubungan diplomatik Kanada dengan Iran telah terputus lebih dari satu dekade lalu. Penolakan terhadap delegasi Iran dilaporkan berkaitan dengan dugaan kedekatan Mehdi Taj dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang oleh Kanada telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney, ketika dikonfirmasi pada Kamis pagi, menyatakan bahwa setiap anggota IRGC “dilarang datang”. Ia menjelaskan bahwa detail kasus individu tidak dapat dikomentari karena undang-undang privasi negara, namun menegaskan bahwa IRGC telah terdaftar sebagai organisasi teroris di Kanada selama beberapa tahun. “Ada banyak rintangan untuk masuk ke negara ini dan saya pikir yang penting adalah rintangan-rintangan itu efektif,” tambah Carney.

Hingga berita ini diturunkan, federasi sepak bola Iran belum memberikan komentar resmi terkait ketidakhadiran mereka di Kongres FIFA.

Piala Dunia 2026 Tetap Berjalan

Piala Dunia 2026 dijadwalkan bergulir mulai 11 Juni. Iran telah dijadwalkan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni, sebelum bertanding melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Menanggapi potensi kehadiran Iran di turnamen tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa mereka akan diterima. Namun, ia juga menambahkan bahwa Iran seharusnya tidak terlibat “demi keselamatan dan kehidupan mereka sendiri”. Ketika ditanya kembali mengenai partisipasi Iran setelah pernyataan Infantino, Trump mengubah sikapnya. “Yah, jika Gianni mengatakan itu, saya tidak masalah. Saya pikir biarkan mereka bermain,” ujar Donald Trump.

Di tengah berbagai dinamika ini, sempat muncul usulan agar laga Iran dimainkan di Meksiko. Namun, Gianni Infantino konsisten menegaskan bahwa Iran akan berpartisipasi dalam turnamen sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Infantino Berencana Maju Lagi

Selain agenda persiapan Piala Dunia, forum Kongres FIFA juga dimanfaatkan oleh Gianni Infantino untuk mengumumkan niatnya mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA. “Seperti yang telah Anda dengar, periode pemilihan untuk pemilihan presiden di FIFA dimulai hari ini,” katanya kepada para delegasi. “Saya merasa terhormat dan rendah hati pada saat yang sama, dan pertama-tama saya ingin memberi tahu Anda, 211 asosiasi anggota, saya ingin menegaskan kepada Anda bahwa saya akan menjadi kandidat untuk pemilihan presiden FIFA tahun depan.”

Saat ini, Infantino telah mendapatkan dukungan dari konfederasi sepak bola Amerika Selatan, Asia, dan Afrika. Secara regulasi, Presiden FIFA dapat menjabat maksimal tiga periode. Namun, tiga setengah tahun pertama kepemimpinannya, sejak mengambil alih jabatan menggantikan Sepp Blatter pada 2016, tidak dihitung dalam masa jabatan.