Otomotif

Intip Kecanggihan Sistem Tukar Baterai Mobil Listrik di China

Advertisement

Guangzhou, China – Adopsi kendaraan listrik di China tidak hanya mengandalkan pembangunan stasiun pengisian daya umum (SPKLU) atau pengisian daya mandiri di rumah. Negeri Tirai Bambu juga mengembangkan sistem penukaran baterai (battery swap) sebagai alternatif pengisian daya yang jauh lebih cepat dan efisien bagi para pengguna mobil listrik.

Melalui skema ini, pengemudi tidak perlu lagi menunggu lama untuk mengisi daya. Cukup dengan mendatangi stasiun khusus, baterai kendaraan yang kosong akan ditukar dengan baterai yang telah terisi penuh dalam hitungan menit.

Salah satu perusahaan yang menyediakan layanan battery swap di China adalah Aulton New Energy Co Ltd. Perusahaan ini telah membangun jaringan stasiun penukaran baterai yang terintegrasi dengan berbagai model kendaraan listrik yang memang dirancang khusus untuk sistem ini sejak awal.

“Selama 26 tahun, di Shanghai dan Guangzhou, kami sudah punya kebijakan dan aturan,” ujar Steven Qu, General Manager International Business Division Aulton, di Guangzhou, China, Rabu (22/4/2026).

Pengamatan di salah satu stasiun tukar baterai Aulton di Guangzhou menunjukkan bahwa mayoritas pengguna layanan battery swap berasal dari sektor transportasi publik, khususnya taksi. Karakter operasional taksi yang menuntut mobilitas tinggi menjadikan efisiensi sebagai kunci utama. Sistem tukar baterai dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan harus berhenti lama untuk melakukan pengisian daya konvensional.

Advertisement

Qu menjelaskan, proses penggantian baterai sangat singkat, yakni hanya 100 detik dari mobil masuk hingga keluar (car in car out). Mekanismenya pun otomatis, di mana mobil akan masuk ke area khusus, diangkat menggunakan mesin, baterai lama dilepas, dan langsung diganti dengan baterai baru yang terisi penuh.

Terkait biaya, operasional teknologi ini tergolong kompetitif bagi para pengemudi di China. “Di China biayanya ialah 1,40 yuan per kWh,” kata Qu. Jika dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia dengan kurs sekitar Rp 2.200 per 1 yuan, maka biaya pengisian per kWh tersebut berada di kisaran Rp 3.080.

Dengan ekosistem yang terus matang, sistem battery swap menjadi salah satu opsi pengisian daya kendaraan listrik di China, bersanding dengan infrastruktur fast charging, guna mendukung mobilitas ramah lingkungan.

Advertisement